Mengupas Keberkahan Waktu Pagi dalam Ajaran Islam

M.Habib Saifullah | Rabu, 08/07/2026 08:30 WIB


Dalam literatur Islam, terdapat penekanan khusus mengenai pentingnya memaksimalkan waktu pagi. Hal ini merujuk pada doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ilustrasi - Memperbanyak berdzikir jadi salah satu amalan sunnah di pagi hari (Foto: INSIDER)

JAKARTA - Waktu pagi memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Bukan sekadar penanda pergantian hari, pagi hari diyakini sebagai waktu yang dipenuhi dengan keberkahan dan keutamaan bagi umat Muslim untuk memulai berbagai macam aktivitas.

Dalam literatur Islam, terdapat penekanan khusus mengenai pentingnya memaksimalkan waktu pagi. Hal ini merujuk pada doa yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW berdoa:

"Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya."

Baca juga :
FGD di Makassar, BP MPR Dalami Desentralisasi Berbasis Kapasitas dan Dampak

Hadis tersebut menjadi landasan utama mengapa umat Islam dianjurkan untuk tidak menyia-nyiakan waktu setelah pelaksanaan salat Subuh.

Baca juga :
5 Bacaan Zikir Pagi Sesuai Sunah Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

Pagi hari dipandang sebagai momen turunnya rezeki dan karunia, sehingga tidur di waktu tersebut kerap dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik secara nilai spiritual maupun produktivitas.

Selain hadis, Al-Qur`an juga memberikan perhatian besar pada waktu pagi. Dalam Surah Al-Fajr ayat pertama, Allah SWT secara khusus bersumpah demi waktu fajar.

Baca juga :
Timteng Masih Memanas, Kapal Tanker Pengangkut LNG Diserang

Menurut para ahli tafsir, penggunaan waktu fajar sebagai sumpah menunjukkan betapa penting, mulia, dan besarnya manfaat dari waktu tersebut. Fajar atau pagi hari adalah momen transisi yang membawa harapan baru, sekaligus waktu yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Secara praktis, ajaran Islam mengarahkan umatnya untuk mengawali hari dengan serangkaian ibadah, seperti salat Subuh berjamaah, berzikir, dan membaca Al-Qur`an.

Setelah kebutuhan spiritual terpenuhi, umat Islam didorong untuk segera bertebaran mencari karunia Allah di muka bumi, baik melalui jalur bekerja, berdagang, maupun menuntut ilmu.

Ajaran mengenai produktivitas di pagi hari ini juga selaras dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Memulai aktivitas di pagi hari memberikan keuntungan fisik dan mental.

Pada waktu tersebut, kualitas udara umumnya masih bersih, dan kondisi kognitif manusia berada pada tingkat yang paling optimal setelah tubuh beristirahat di malam hari.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pagi Hari Keberkahan Pagi Zikir Pagi Amalan Sunnah