Kiai Utama Soroti Manuver Gus Ipul Jelang Munas-Konbes NU 2026

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 20/06/2026 21:51 WIB


Sebanyak 13 ulama dan masyayikh terkemuka berkumpul di Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas berbagai dinamika yang berkembang menjelang Munas dan Konbes NU 2026 13 ulama ternama, pada Sabtu (20/6) malam, berkumpul, mengeluarkan seruan jelang Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kedir (Foto: Ist)

JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026, sejumlah kiai sepuh menyampaikan seruan bersama untuk menjaga khittah, marwah, dan persatuan NU.

Sebanyak 13 ulama dan masyayikh terkemuka berkumpul di Pesantren Al Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6/2026) malam. Pertemuan tersebut digelar sebagai respons atas berbagai dinamika yang berkembang menjelang Munas dan Konbes NU 2026.

Sejumlah masyayikh menilai terdapat materi yang disiapkan panitia Munas-Konbes NU 2026 di bawah kepemimpinan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Ketua Panitia Munas-Konbes NU 2026, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, yang dikhawatirkan dapat mengurangi, menggeser, bahkan menjauhkan hubungan historis, kultural, dan spiritual antara NU dengan para masyayikh serta pondok pesantren.

Kekhawatiran itulah yang kemudian mendorong para ulama berkumpul dan menyampaikan pandangan mereka menjelang pelaksanaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 tersebut.

Baca juga :
7 Jenis Pakaian yang Dilarang untuk Salat

Juru bicara forum, KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar dan KH Fahim Royani, menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, ukhuwah Islamiyah, serta tanggung jawab kejam`iyahan.

Baca juga :
SMAN 5 Makassar Wakili Sulsel ke LCC Empat Pilar Tingkat Nasional

"Setelah mencermati berbagai perkembangan menjelang penyelenggaraan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, serta dengan memohon pertolongan Allah SWT demi menjaga khittah, marwah, persatuan, dan keberlangsungan peran Nahdlatul Ulama, para kiai utama berkumpul di sini," ujar Gus Fahim.

Adapun para ulama yang hadir antara lain KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Manshur, KH A Kafabihi Mahrus, KH Ma`ruf Amin, KH Said Aqil Siroj, KH Muhammad Khalil As`ad, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ali Akbar Marbun, KH Ubaidillah Shodaqoh, KH Ali Kholil, KH Asep Saifuddin Chalim, KH Ah Syatibi Hambali, dan KH Mas`ud Masduqi.

Baca juga :
MPR dan BRIN Dorong Pengelolaan Sampah Plasitk Jaga Karimunjawa

Dalam seruan pertamanya, para masyayikh berharap Munas Alim Ulama dan Konbes NU diselenggarakan secara bijaksana, hati-hati, dan penuh tanggung jawab.

Mereka meminta agar forum tersebut tidak membahas maupun menetapkan materi yang dinilai berpotensi mengurangi, menggeser, atau menjauhkan hubungan historis, kultural, dan spiritual antara NU dengan para masyayikh serta pondok pesantren.

Para kiai juga menegaskan bahwa mekanisme pemilihan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) harus tetap mempertahankan karakter forum keulamaan yang bertumpu pada kedalaman ilmu, keteladanan akhlak, pengabdian, dan pengakuan keulamaan di lingkungan NU.

Karena itu, forum meminta agar usulan penambahan syarat calon anggota AHWA yang harus berasal dari jajaran pengurus syuriyah dan berbasis representasi kewilayahan dibatalkan. Selain itu, usulan perubahan terkait larangan rangkap jabatan politik juga diminta untuk tidak dilanjutkan.

Dalam poin kedua, para masyayikh memandang pondok pesantren merupakan rumah besar Nahdlatul Ulama sekaligus pusat transmisi ilmu, akhlak, tradisi, dan kepemimpinan keulamaan.

Atas dasar itu, mereka berharap Muktamar NU 2026 diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan tradisi NU.

"Pesantren merupakan fondasi utama jam`iyah serta sumber kekuatan Nahdlatul Ulama dalam mengabdi kepada agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan," demikian isi seruan tersebut.

Pada poin ketiga, para masyayikh mengajak seluruh peserta, penyelenggara, pimpinan, dan unsur NU yang terlibat dalam Munas-Konbes untuk menjaga ketertiban, akhlak, serta adab dalam bermusyawarah.

Mereka juga mengingatkan pentingnya mengedepankan persatuan dan kesatuan jam`iyah di tengah berbagai dinamika organisasi.

"Para masyayikh meyakini bahwa penghormatan kepada ulama, penguatan peran pesantren, dan terjaganya persatuan merupakan modal utama bagi Nahdlatul Ulama untuk terus menjalankan khidmahnya bagi agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan," kata Gus Fahim.

Forum kemudian menutup seruan dengan doa agar Allah SWT senantiasa menjaga Nahdlatul Ulama, mempersatukan seluruh warganya, serta memberikan keberkahan kepada para ulama, masyayikh, santri, dan seluruh pengabdi jam`iyah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Munas Alim Ulama Nahdlatul Ulama Gus Ipul Konbes NU