
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (FOTO: REUTERS)
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (19/6) memperkirakan Iran akan menyetujui kesepakatan final dalam kurun waktu 60 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
Jika tidak ada kesepakatan yang tercapai dalam 60 hari, terhitung mulai Kamis (18/6), "kami akan melakukan hal-hal yang tidak akan membuat mereka senang," ujar Trump di Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland. "Namun, saya rasa itu tidak akan sampai terjadi."
Teks MoU tersebut menyatakan bahwa kedua pihak berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan final dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
Pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan di Swiss pada Jumat telah ditunda, tanpa ada penjelasan resmi dari kedua pihak. Sejumlah laporan media mengatakan bahwa Iran menarik diri dari pembicaraan itu sebagai respons terhadap serangan terbaru Israel di Lebanon.
Sebelumnya pada Jumat, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin Israel dan mendesak mereka untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah.
"Ini hal yang positif," kata Trump dalam wawancara melalui telepon tersebut. "Ini merupakan tambahan kecil yang menyempurnakan keadaan."
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa putaran baru pembicaraan antara Israel dan Lebanon akan diadakan di Washington DC pekan depan.