Imbas Pengelolaan Data dan Dampak AI, OpenAI Hadapi Penyelidikan di AS

M.Habib Saifullah | Minggu, 14/06/2026 08:35 WIB


OpenAI tengah menghadapi penyelidikan dari koalisi jaksa penuntut umum sejumlah negara bagian di Amerika Serikat Teknologi kecerdasan buatan (AI) ChatGPT. Foto: INN

JAKARTA - OpenAI tengah menghadapi penyelidikan dari koalisi jaksa penuntut umum sejumlah negara bagian di Amerika Serikat terkait aktivitas bisnis, penanganan data-data pengguna dan dampak layanan kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkannya.

Melansir Engadget, Sabtu (13/6) waktu setempat, perusahaan teknologi itu menerima surat panggilan pada Jumat (12/6) yang meminta OpenAI menyerahkan berbagai informasi dan dokumen terkait operasionalnya.

Dalam penyelidikan tersebut, para jaksa meminta penjelasan mengenai sistem periklanan, strategi perusahaan dalam menarik dan mempertahankan pengguna, serta pengelolaan data pribadi dan informasi kesehatan pengguna. Mereka juga menyoroti penggunaan layanan OpenAI oleh pengguna anak-anak dan lansia, pengembangan model deep learning, kebijakan perusahaan, hingga kecenderungan model AI memberikan respons yang terlalu menyetujui atau mengikuti keinginan pengguna.

Menanggapi hal itu, juru bicara OpenAI menyatakan perusahaan memandang serius berbagai kekhawatiran yang disampaikan para jaksa penuntut umum. Dia juga mengatakan perusahaan terus bekerja untuk mengembangkan AI yang memberi kepada masyarakat secara aman dan bertanggung jawab

Baca juga :
Menteri PU Sebut Program IBM 2027 Sasar 4.127 Lokasi

"Kami menanggapi serius kekhawatiran yang disampaikan para jaksa agung negara bagian dan berniat berkomunikasi secara konstruktif dengan kantor mereka," kata perusahaan.

Baca juga :
Gunakan Puluhan Kapal, Aktivis Protes KTT G7 di Danau Jenewa

Belum diketahui secara pasti apa yang melatarbelakangi penyelidikan tersebut. Namun, perusahaan pengembang AI tengah menjadi sorotan regulator di berbagai negara bagian AS dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, sebanyak 44 jaksa penuntut umum negara bagian mengirim surat kepada Meta, Google, Apple, Microsoft, OpenAI, Anthropic, Perplexity AI, dan xAI untuk meminta perusahaan-perusahaan tersebut meningkatkan perlindungan terhadap anak-anak dari interaksi chatbot yang dianggap tidak pantas dan berpotensi membahayakan. (Ant)

Baca juga :
Kemenhub Didorong Segera Evaluasi Regulasi Perlintasan Sebidang Kereta Api
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Amerika Serikat Kecerdasan Buatan Open AI Koalisi Jaksa