Legislator PKB: Upaya Pengembangan UMKM Tak Boleh Berhenti pada Tataran Teoritis

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 27/05/2026 15:51 WIB


Legislator dari Fraksi PKB ini menambahkan, kondisi UMKM di Indonesia saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai sisi Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Eva Monalisa (Foto: kwp/katakini)

JAKARTA - Dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai tidak cukup hanya melalui pemberian modal usaha semata. Diperlukan langkah yang lebih terintegrasi agar UMKM benar-benar mampu berkembang dan naik kelas di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Anggota Komisi VII DPR RI Eva Monalisa menilai penguatan UMKM harus disertai akses pembiayaan, inkubasi bisnis hingga konektivitas pasar agar para pelaku usaha dapat berkembang secara berkelanjutan. Menurutnya, keterlibatan pemerintah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM nasional.

"Saya menekankan bahwa upaya pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada tataran teoritis semata. Perlu adanya integrasi antara akses pembiayaan, inkubasi bisnis, serta konektivitas pasar agar mampu melahirkan pelaku usaha yang lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Eva dalam diskusi  Dialektika Demokrasi di Gedung Nusantara, Senayan, DPR RI, Jakarta, Selasa (26/5).

Legislator dari Fraksi PKB ini menambahkan, kondisi UMKM di Indonesia saat ini masih membutuhkan dukungan dari berbagai sisi. Menurutnya, Indonesia belum sepenuhnya mencapai kondisi ideal UMKM naik kelas jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga :
Legislator PDIP: TPPO Sudah jadi Suatu Fenomena di Republik Ini

Selain dukungan permodalan, Eva menilai pelaku UMKM juga membutuhkan akses pasar yang luas serta pendampingan berkelanjutan dari pemerintah. Sebab, masih banyak pelaku usaha yang memiliki produk dan modal, namun belum memahami cara memperluas jaringan pemasaran mereka.

Baca juga :
Prabowo ke Prancis saat Idul Adha, Gus Ipul Yakin Ada Pertimbangan Khusus

“Selain modal yang kita butuhkan, kita itu perlu akses pasar dan juga pendampingan dari pemerintah. Itu yang kita butuhkan selain modal. Kadang-kadang enterpreneur ini ada modalnya, ada jualannya tapi mereka nggak tahu ke mana akses,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku UMKM saat ini masih menjalankan usaha berdasarkan kebutuhan hidup sehari-hari, bukan berangkat dari inovasi maupun kreativitas usaha yang berorientasi pada pengembangan jangka panjang. Karena itu, pendampingan pemerintah disebut menjadi kunci penting dalam membangun kapasitas pelaku UMKM agar lebih kompetitif.

Baca juga :
DPR Dorong Literasi Digital untuk Cegah Penyebaran Radikalisme di Ruang Siber

“Jadi kunci, jadi keterlibatan pemerintah itu sangat perlu dukungan dari pemerintah untuk akses pasar,” pungkas Eva.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Eva Monalisa Pendampingan UMKM UMKM Naik Kelas