
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno i PAN, Eddy Soeparno bertemu dengan Kepala Kebijakan Internasional dan Tata Kelola Temasek Ashok Mirpuri (Foto: MPR)
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno bertemu dengan Kepala Kebijakan Internasional dan Tata Kelola Temasek Ashok Mirpuri.
Pertemuan ini dilaksanakan jelang pembukaan Ecosperity Week 2026 di Singapura, yang telah memasuki tahun ke sebelas dan dihadiri oleh pemangku kebijakan di sektor swasta dan pemerintahan global.
Dalam pertemuan tersebut Eddy Soeparno menjelaskan kebijakan energi Indonesia, termasuk akselerasi transisi energi yang dilaksanakan pemerintah saat ini.
"Sektor pengembangan energi surya, bayu, hidro dan panas bumi merupakan diantara sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan diprioritaskan pemerintah ke depan sebagai bagian dari komitmen Indonesia untuk membangun perekonomian," ujar Eddy dalam keterangan resmi, Selasa (19/5).
"Perlu kami sampaikan bahwa pembangunan ekonomi tersebut akan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, khususnya aspek dekarbonisasi," dia menambahkan.
Semantara itu, Ashok Mirpuri yang juga merupakan mantan Duta Besar Singapura di Indonesia menjelaskan sejumlah kegiatan investasi di sektor energi terbarukan yang dilaksanakan oleh sejumlah unit usaha Temasek, seperti Sembawang Corp dan Keppel.
"Temasek membuka pintu selebar-lebarnya untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek-proyek EBT di Indonesia, termasuk Pembangkit Sampah Energi Listrik yang tengah dibangun secara masif oleh pemerintah," kata Ashok.
Di hari yang sama Eddy Soeparno juga bertemu CEO Temasek, Dhilan Pillay Sandrasegara di jamuan makan pembukaan Ecosperity Week.
Pertemuan ini menbahas sejumlah perubahan penting terkait isu perubahan iklim, termasuk menjelaskan sejumlah peraturan yang menunjang program pengendalian iklim di Indonesia, Seperti Perpres 110/2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang diharapkan akan mempercepat proses perdagangan karbon termasuk penurunan emisinya.
"Kami juga menjelaskan bahwa selaku anggota DPR terus berupaya mendorong pembahasan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim dalam rangka menghadirkan payung hukum untuk memperkuat upaya Indonesia dalam menangani krisis iklim yang telah membawa dampak kenaikan suhu, cuaca ekstrem, bencana alam dan degradasi ekologi yang akut," kata Doktor Ilmu Politik UI ini.
Dhilan Pillay menjelaskan secara komprehensif komitmen Temasek untuk berinvestasi secara baik, bijak dan bertanggung jawab, khususnya mentaati aspek-aspek berkelanjutan.
Dhilan menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama investasi di Indonesia di sektor industri, mengingat sejumlah investasi sebelumnya berjalan cukup baik dengan memanfaatkan keahlian SDM Indonesia.
Seperti diketahui Ecosperity Week di Singapura merupakan ajang kebijakan iklim terbesar di kawasan.
Di ajang ini Eddy Soeparno dijadwalkan menjadi pemateri di sesi “Pengembangan Pasar Karbon” dan diskusi terbatas para pejabat senior tentang “Penanganan Perubahan Iklim di Asia Tenggara”.
Senin, 18/05/2026