
Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah (Foto: Humas MPR)
JAKARTA - Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menerima penghargaan Kartini Award 2026 sebagai Pengawal Demokrasi dan Transformasi Kelembagaan Negara. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas perjalanan kariernya yang panjang dan dedikatif di lingkungan MPR RI.
Dalam keterangannya, Ibu Titi, sapaan akrab Siti Fauziah, menceritakan dalam perjalanan kariernya, ia lebih berfokus pada pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada negara.
Bu Titi juga mengungkapkan rasa terkejut sekaligus syukur karena kerja dan dedikasinya ternyata mendapat perhatian serta apresiasi dari pihak lain.
“Saya tidak pernah berkarir dengan tujuan untuk mendapatkan penghargaan. Saya hanya menjalankan tugas dan berdedikasi untuk negara. Ternyata ada pihak lain yang mengamati dan memberikan apresiasi, dan itu membuat saya kaget sekaligus bersyukur," ujarnya, Sabtu (2/5).
Bu Titi juga menyoroti bahwa pencapaiannya sebagai perempuan pertama yang menduduki posisi tertinggi di Sekretariat Jenderal MPR RI, menjadi salah satu pertimbangan dewan juri. Perjalanan kariernya yang dimulai dari bawah hingga mencapai posisi strategis dinilai mencerminkan semangat Kartini masa kini.
“Dari nol saya berkarir di MPR hingga akhirnya bisa mencapai posisi ini. Mungkin dewan juri melihat perjalanan tersebut sebagai bentuk konsistensi dan upaya melakukan perbaikan di setiap unit kerja yang saya jalani,” ujarnya.
Lebih lanjut, perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal MPR RI ini, menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan utama dalam bekerja. Ia justru mengajak perempuan Indonesia untuk fokus pada dedikasi dan kualitas kerja.
“Saya berharap perempuan-perempuan Indonesia tidak berkarir hanya untuk mengejar posisi atau penghargaan. Berkarirlah dan berdedikasilah sebaik mungkin, karena pada akhirnya akan ada pihak yang menilai dan memberikan apresiasi,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI), Ir. Tundra Meliala, mengatakan bahwa penghargaan ini merupakan upaya untuk memperkuat peran perempuan dalam ekosistem media dan masyarakat.
Ia juga menyebutkan, semangat R.A. Kartini menjadi inspirasi utama dalam penyelenggaraan ajang tersebut. Menurutnya, perempuan kini memiliki peran penting dalam mendorong perubahan, termasuk di tengah konvergensi media dan tranformasi digital.
"Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas peran perempuan Indonesia yang terus berkontribusi di berbagai sektor strategis," ujarnya.
Melalui ajang tersebut, AMKI memberikan penghargaan kepada 11 tokoh perempuan yang dinilai berperan dalam kepemimpinan, kebijakan publik, hingga kerja-kerja sosial dan kemanusiaan di tengah dinamika era digital.
Ajang ini juga menjadi simbol pengakuan dan bentuk penghormatan kepada perempuan-perempuan Indonesia yang dinilai memberikan kontribusi nyata di bidang pemerintahan, sosial, kesehatan, hukum, hingga pemberdayaan masyarakat.