Uni Eropa Serukan Navigasi Selat Hormuz Harus Bebas Pungutan

M. Habib Saifullah | Kamis, 30/04/2026 10:01 WIB


Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyerukan pemulihan navigasi tanpa batasan di Selat Hormuz. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (Foto: Bloomberg)

JAKARTA - Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyerukan pemulihan navigasi tanpa batasan di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa menekankan bahwa tidak boleh ada pungutan biaya yang dikenakan pada pelayaran internasional di jalur air strategis tersebut.

Seruan ini muncul sebagai respons atas dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada stabilitas jalur perdagangan energi global.

"Kita semua menginginkan gencatan senjata di Iran dan Lebanon tetap berlaku, dengan tujuan utama untuk membangun kembali perdamaian dan stabilitas melalui jalur diplomatik," ujar Von der Leyen, dikutip Aljazeera, pada Kamis (30/4).

Baca juga :
Catatan Sejarah Islam, Inilah Momen Penting yang Terjadi di Bulan Zulkaidah

Menurut Von der Leyen, upaya diplomatik yang tengah dibangun harus mencakup jaminan keamanan maritim yang absolut.

Baca juga :
Trump Sebut Raja Charles III akan Bantu AS Hajar Iran

Ia mendesak agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz dipulihkan secara penuh dan permanen tanpa dibayangi oleh pungutan finansial dari pihak mana pun.

Selain isu kebebasan navigasi, Von der Leyen juga menggarisbawahi bahwa stabilitas kawasan tidak akan tercapai secara utuh tanpa penyelesaian isu fundamental terkait militer Teheran.

Baca juga :
Bus Jemaah Haji Asal Indonesia Kecelakaan di Madinah, Kemenhaj Buka Suara

"Sama jelasnya bahwa setiap perjanjian perdamaian harus membahas program nuklir dan rudal balistik Iran," tegasnya.

Meski mendorong jalur diplomasi, Von der Leyen memperingatkan masyarakat internasional untuk bersiap menghadapi dampak jangka panjang dari ketegangan yang sudah terjadi.

Menurutnya, konsekuensi dari konflik di kawasan tersebut kemungkinan akan terasa selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun ke depan.

"Konsekuensi dari konflik ini mungkin akan terasa selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun mendatang," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Uni Eropa Ursula von der Leyen Selat Hormuz Pungutan Iran