
Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Aher. (Foto: Dok. Ist)
JAKARTA – Tragedi KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026), memakan banyak korban, baik korban luka maupun meninggal.
“Tragedi seperti ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam. Karena itu, penanganan korban harus dilakukan secara menyeluruh, tidak berhenti pada aspek medis semata,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Netty menekankan pentingnya layanan pendampingan psikologis bagi para korban selamat serta keluarga korban.
“Layanan trauma healing dan dukungan psikososial harus segera diberikan. Pemulihan mental merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan korban secara keseluruhan,” katanya.
Selain itu, Netty meminta agar seluruh hak korban dan keluarga korban dipenuhi secara cepat, tepat, dan tanpa hambatan. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan yang layak, termasuk soal jaminan sosial.
“Korban luka harus memperoleh layanan kesehatan terbaik hingga pulih. Sementara keluarga korban meninggal berhak mendapatkan santunan dan seluruh bentuk perlindungan sosial secara cepat, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Netty juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam melakukan investigasi menyeluruh atas insiden ini.
“Investigasi harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tuntas untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Hasil investigasi ini harus menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan transportasi nasional agar tragedi serupa tidak terulang,” tegas Netty.
Menurutnya, keselamatan transportasi adalah bagian dari perlindungan hak hidup masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, khususnya di area perlintasan dan operasional kereta api, harus menjadi prioritas.
“Keselamatan penumpang harus selalu menjadi prioritas utama. Tragedi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi kita,” pungkasnya.