Di UMS, Eddy Soeparno Ajak Kampus Kolaborasi Percepat Transisi Energi

Agus Mughni Muttaqin | Rabu, 29/04/2026 09:59 WIB


Di hadapan Rektor dan jajarannya serta 800 lebih mahasiswa UMS, Eddy Soeparno menegaskan bahwa krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soerparno dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soerparno, meneruskan rangkaian agenda MPR Goes to Campus ke seluruh Indonesia.

Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi kampus ke-49 dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus yang telah dilaksanakan selama hampir 15 bulan.

Di hadapan Rektor dan jajarannya serta 800 lebih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, Eddy Soeparno menegaskan bahwa krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani dan ia dengan tegas menolak anggapan bahwa krisis iklim adalah isu yang dilebih-lebihkan.

“Dampak krisis iklim bersifat disruptif dan setara dengan disrupsi akibat pandemi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global,” ujar Eddy, Rabu (29/4).

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Ia memaparkan suhu global telah meningkat lebih dari 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri, yang berdampak langsung pada berbagai wilayah termasuk Indonesia.

Baca juga :
Pelatih Arsenal Siap Cetak Sejarah Baru di Liga Champions

“Di dalam negeri, fenomena seperti suhu ekstrem, polusi udara, deforestasi, serta bencana alam seperti banjir dan longsor menjadi indikator nyata degradasi ekologis,” ungkapnya.

Selain itu, Waketum PAN ini juga mengungkap masalah lingkungan lainnya yakni persoalan serius terkait sampah dengan produksi mencapai 56 juta ton per tahun, yang sebagian besar belum terkelola secara optimal.

Baca juga :
Jelang Final Liga Champions, Dembele Sebut Dirinya 100 Persen Fit

“Darurat sampah sudah melahirkan banyak bencana seperti Bantargebang, Bandung sampai di Denpasar. Sebagai solusi, pemerintah dan saya juga terlibat dalam pembahasan di dalamnya mendorong implementasi kebijakan waste to energy melalui Perpres 109 Tahun 2025 untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi” tegasnya.

Berkaitan dengan transisi energi, Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal dibandingkan kapasitas yang tersedia.

Lebih lanjut, ia mengungkap adanya paradoks energi di Indonesia, yaitu kaya sumber daya energi namun masih bergantung pada impor untuk kebutuhan tertentu.

“Saya sampaikan paradoks energi ini ke kampus-kampus dengan harapan dan ajakan ayo kolaborasi kita hadirkan riset dan inovasi untuk memaksimalkan potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia yang berlimpah. Dari riset dan inovasi itu kemudian akan kami perjuangkan agar menjadi kebijakan untuk memperbesar bauran energi terbarukan kita,” ujarnya.

“Saya percaya dari kampus akan hasil produk-produk riset yang ilmiah dan inovatif untuk kemudian diteruskan menjadi kebijakan yang terukur dan memberi dampak positif untuk masyarakat. Karena bagi saya MPR adalah rumah rakyat sekaligus rumah kolaborasi untuk semua,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info MPR Eddy Soeparno Transisi Energi MPR Goes to Campus UMS