RI Kembali Desak PBB Segera Investigasi Usai Gugurnya Praka Rico

M. Habib Saifullah | Minggu, 26/04/2026 04:01 WIB


Pemerintah Indonesia kembali mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh setelah gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia Anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNIFIL mengamati dari menara pengawas di kota Marwahin, di Lebanon selatan (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia kembali mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh setelah gugurnya Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) yang dirawat intensif pascainsiden akhir Maret 2026.

Dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Sabtu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Rico dan tengah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.

"Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," jelas Nabyl.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl mengatakan bahwa Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.

Baca juga :
Himmatul Aliyah : Dorong Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penjaga Pancasila

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Baca juga :
Sekjen PBB Sambut Baik Perpanjangan Gencatan Senjata Israel-Lebanon

"Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini," kata Nabyl.

Dengan gugurnya Praka Rico maka Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL dalam sebulan terakhir.

Baca juga :
Perbaikan Sistem Kesehatan di Gaza Butuh Rp172 Triliun

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhond dinyatakan gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026, peristiwa sama yang mengakibatkan Praka Rico terluka dan harus dirawat intensif.

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan dinyatakan gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Dalam serangan pada 29-30 Maret dan 3 April, selain Praka Rico turut juga menyebabkan tujuh tentara TNI terluka.

Tidak hanya Indonesia, eskalasi ketengan di Lebanon juga menyebabkan Prancis kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL dalam serangan pada 18 April. (ANT)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Praka Rico Pasukan Perdamaian PBB Pasukan UNIFIL Praka Rico Pramudia