Mengenal Gejala Awal Penyakit Malaria dan Cara Mencegahnya

Vaza Diva | Sabtu, 25/04/2026 17:30 WIB


Secara medis, malaria merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Malaria merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina (Foto: Alodokter)

JAKARTA - Penyakit malaria tetap menjadi ancaman kesehatan yang serius di berbagai wilayah tropis, termasuk Indonesia, sehingga mengenali gejala awal dan langkah pencegahannya menjadi hal yang sangat krusial bagi masyarakat.

Secara medis, malaria merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

Gejala utama yang paling sering muncul adalah demam tinggi yang seringkali disertai dengan menggigil hebat atau periode berkeringat secara berlebihan.

Selain demam, penderita biasanya merasakan sakit kepala yang berat, nyeri otot, mual, hingga muntah, yang jika tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi komplikasi berat seperti anemia akut atau gangguan fungsi organ.

Baca juga :
Menko Yusril Sebut Kritik Akademisi Makin Tajam, Pemerintah Makin Senang

Munculnya gejala malaria sering kali memiliki pola waktu tertentu yang disebut dengan paroksismal, di mana penderita akan merasa sehat di antara periode demam yang berulang.

Baca juga :
Kisah Uwais Al-Qarni Gendong Ibunya ke Mekkah untuk Tunaikan Haji

Namun, banyak tenaga medis mengingatkan bahwa gejala awal malaria sering kali menyerupai penyakit infeksi lain seperti flu atau demam berdarah, sehingga pemeriksaan laboratorium melalui tes tetes darah atau Rapid Diagnostic Test (RDT) sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Ketepatan waktu dalam mendeteksi gejala ini sangat menentukan keberhasilan pengobatan dan mencegah risiko kematian, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.

Baca juga :
TKA di Berbagai Derah Tetap Lancar Meski Hadapi Berbagai Kendala Teknis

Sebagai langkah antisipasi, cara mencegah malaria yang paling efektif adalah dengan memutus kontak antara manusia dan nyamuk penular.

Penggunaan kelambu berinsektisida saat tidur merupakan metode yang sangat disarankan oleh organisasi kesehatan dunia karena memberikan perlindungan fisik sekaligus kimiawi.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menggunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan pada malam hari, serta mengoleskan cairan penolak nyamuk (repellent) pada bagian kulit yang terbuka untuk meminimalisir risiko gigitan.

Selain perlindungan individu, kebersihan lingkungan juga memegang peranan penting dalam menekan populasi nyamuk Anopheles.

Langkah-langkah seperti menguras penampungan air secara rutin, menutup tempat penyimpanan air, dan membersihkan semak-semak di sekitar rumah dapat mengurangi tempat perindukan nyamuk.

Bagi individu yang berencana bepergian ke daerah endemis malaria, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi medis terlebih dahulu guna mendapatkan profilaksis atau obat pencegah yang harus dikonsumsi sebelum, selama, dan setelah masa perjalanan.

Dengan kombinasi antara kewaspadaan terhadap gejala dan kedisiplinan dalam tindakan pencegahan, risiko penularan malaria dapat ditekan secara signifikan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Penyakit Malaria parasit Plasmodium nyamuk Anopheles betina