Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

M. Habib Saifullah | Selasa, 21/04/2026 16:01 WIB


Berikut ini enam rukun haji yang harus dipenuhi setiap jamaah agar ibadah hajinya sah Masjidil Haram (foto: MCH2024/Kemenag)

JAKARTA - Impian setiap Muslim di dunia adalah mampu menyempurnakan rukun Islam yang kelima melalui ibadah haji.

Dalam perjalanan suci ini, aspek yang paling krusial untuk diperhatikan ialah rangkaian rukun haji.

Pilar-pilar ini bersifat harga mati dan tidak bisa ditawar dengan pembayaran denda seperti halnya pada wajib haji.

Tanpa terpenuhinya seluruh rukun tersebut, ibadah haji seseorang tidak akan dianggap sah di mata agama.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Berikut ini enam rukun haji yang harus dipenuhi setiap jamaah agar ibadah hajinya sah:

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

1. Ihram

Ihram adalah niat untuk memulai pelaksanaan ibadah haji. Niat ini harus diucapkan dengan sengaja dan disertai dengan mengenakan pakaian ihram.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Memasuki keadaan ihram berarti jamaah telah berkomitmen untuk menjalankan seluruh rangkaian haji sesuai aturan, termasuk menjauhi segala larangan ihram. Niat ihram biasanya dilakukan di miqat, yakni batas geografis yang telah ditetapkan.

2. Wukuf

Wukuf di Padang Arafah menjadi rukun terpenting dalam haji. Rasulullah SAW bersabda, "Haji itu adalah wukuf di Arafah." (HR. Tirmidzi).

Wukuf dilakukan pada 9 Zulhijah, mulai dari tergelincirnya matahari hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah. Jamaah diwajibkan berada di Arafah, meskipun hanya sebentar, untuk berdoa, berzikir, dan bermunajat kepada Allah.

3. Tawaf

Tawaf adalah mengelilingi Ka`bah sebanyak tujuh kali yang dilakukan setelah wukuf di Arafah dan bermalam di Muzdalifah. Ini merupakan bagian yang menandakan tahapan puncak dalam ibadah haji. Tawaf Ifadah menjadi syarat sah bagi haji, dan tidak boleh digantikan atau ditinggalkan, meskipun dengan membayar dam.

4. Sa’i

Sa’i adalah berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah. Amalan ini mengenang perjuangan Hajar, ibu Nabi Ismail, dalam mencari air di padang pasir yang tandus. Sa’i dilakukan setelah tawaf dan merupakan rukun penting yang harus dipenuhi dengan tertib, tanpa boleh dikurangi jumlahnya.

5. Tahallul

Tahallul adalah mencukur atau memotong rambut setelah menyelesaikan sebagian besar rangkaian haji. Untuk laki-laki disunnahkan mencukur habis rambutnya, sementara perempuan cukup memotong sebagian kecil rambut. Dengan tahallul, jamaah kembali ke keadaan normal dan sebagian besar larangan ihram menjadi gugur.

6. Tertib

Semua rukun haji harus dikerjakan secara berurutan dan sesuai ketentuan. Tidak boleh ada satu rukun pun yang ditinggalkan, karena akan membatalkan keabsahan haji.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ibadah Haji Haji 2025 Rukun Haji Rukun Islam