Mau Tadarus Al-Qur`an Saat Ramadan? Ingat Kembali Hukum-hukum Tajwid

M. Habib Saifullah | Kamis, 19/02/2026 05:17 WIB


Membaca Al-Qur’an tidak hanya dianjurkan memperbanyak jumlah bacaan, tetapi juga memperhatikan cara pelafalannya. Ilustrasi seseorang sedang membaca Al-Quran saat bulan Ramadan (Foto: Unsplash/Majid Pogung Dalangan)

JAKARTA - Ramadan sering menjadi momentum umat Islam kembali memperbanyak membaca Al-Qur’an. Di berbagai masjid maupun rumah, kegiatan tadarus dilakukan setelah salat tarawih hingga menjelang sahur.

Membaca Al-Qur’an tidak hanya dianjurkan memperbanyak jumlah bacaan, tetapi juga memperhatikan cara pelafalannya. Ilmu tajwid berfungsi menjaga bacaan tetap sesuai kaidah sebagaimana diturunkan.

Al-Qur’an sendiri memerintahkan membaca dengan tartil, yaitu perlahan dan jelas.

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

“Bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil.” (QS Al-Muzzammil: 4)

Baca juga :
Lestari Moerdijat Sebut Guru Perempuan Tentukan Arah Pembangunan Bangsa

Berikut beberapa hukum tajwid dasar yang penting diingat kembali saat tadarus.

. Hukum Nun Mati (نْ) dan Tanwin (ــً / ــٌ / ــٍ)

Baca juga :
Kemenko PM Bangun Sistem Pelindungan PMI Berbasis Desa di Lampung Timur

Hukum ini berlaku ketika nun sukun atau tanwin bertemu huruf tertentu.

a. Idzhar (إظهار)

Membaca nun mati dan tanwin dengan jelas tanpa dengung.
Huruf-hurufnya: أ، ه، ع، ح، غ، خ
Contoh: مِنْ هَادٍ

b. Idgham (إدغام)

Meleburkan nun mati atau tanwin ke huruf berikutnya.
Terbagi menjadi:

Idgham Bighunnah (dengung): ي، ن، م، و

Idgham Bilaghunnah (tanpa dengung): ل، ر
Contoh: مِنْ وَلِيٍّ

c. Iqlab (إقلاب)

Mengubah bunyi nun mati/tanwin menjadi mim jika bertemu huruf ب, disertai dengung.
Contoh: سَمِيعٌ بَصِيرٌ

d. Ikhfa (إخفاء)

Membaca samar antara jelas dan dengung.
Hurufnya: 15 huruf selain huruf idzhar, idgham, dan iqlab.
Contoh: مِنْ ثَمَرَاتٍ

2. Hukum Mim Mati (مْ)

Mengatur pengucapan mim sukun dalam kondisi tertentu.

a. Ikhfa Syafawi (إخفاء شفوي)

Mim mati bertemu ب, dibaca samar dengan dengung.
Contoh: تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ

b. Idgham Mimi (إدغام ميمي)

Mim mati bertemu م, dibaca melebur dengan dengung.
Contoh: كَمْ مِنْ فِئَةٍ

c. Idzhar Syafawi (إظهار شفوي)

Mim mati bertemu huruf selain م dan ب.
Contoh: أَمْ لَمْ يَكُنْ

3. Hukum Mad (مَدّ)

Mad berarti memanjangkan bacaan huruf tertentu.

a. Mad Thabi’i (مد طبيعي)

Mad asli sepanjang 2 harakat, tidak dipengaruhi tanda lain.
Contoh: قَالَ

b. Mad Wajib Muttasil

Mad bertemu hamzah dalam satu kata, dipanjangkan 4–5 harakat.
Contoh: سَوَاءٌ

c. Mad Jaiz Munfasil

Mad bertemu hamzah di kata berbeda, 4–5 harakat.
Contoh: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ

d. Mad Lazim

Mad yang bertemu huruf bertasydid atau sukun asli, panjang 6 harakat.
Contoh: الضَّالِّينَ

e. Mad Aridh Lissukkun

Mad karena berhenti (waqaf), 2–6 harakat.
Contoh: الْعَالَمِينَۚ

4. Ghunnah (غُنَّة)

Dengung pada huruf ن dan م bertasydid atau ketika terjadi idgham bighunnah.
Panjang dengung 2 harakat.
Contoh: إِنَّا – ثُمَّ

5. Qalqalah (قلقلة)

Menggetarkan bunyi huruf ketika sukun.
Hurufnya: ق، ط، ب، ج، د (ingat: قُطْبُ جَدٍّ)
Contoh: يَقْطَعُ

Terbagi:

Qalqalah Sughra: sukun berada di tengah kata.

Qalqalah Kubra: sukun karena waqaf di akhir kata.

6. Lam Ta’rif (ال)

Berhubungan dengan cara membaca alif-lam pada kata benda.

a. Lam Qamariyah

Dibaca jelas.
Hurufnya 14, termasuk: ق، ك، م، و
Contoh: الْقَمَرُ

b. Lam Syamsiyah

Dibaca lebur (idgham) ke huruf setelahnya.
Hurufnya 14, seperti: ت، ث، ر، س
Contoh: الشَّمْسُ

7. Hamzah Wasal (همزة وصل)

Hamzah yang dibaca hanya ketika berada di awal kalimat.
Contoh: اقْرَأْ

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Puasa Ramadan Tadarus Alquran Ilmu Tajwid