Nenek Moyang Hiu Putih Berusia 9 Juta Tahun Ditemukan di Peru

Yati Maulana | Senin, 27/01/2025 03:03 WIB


Nenek Moyang Hiu Putih Berusia 9 Juta Tahun Ditemukan di Peru Bagian dari fosil berusia 9 juta tahun dari kerabat hiu putih besar dipamerkan setelah diungkap oleh ahli paleontologi, di Lima, Peru 20 Januari 2025. REUTERS

LIMA - Ahli paleontologi di Peru pada hari Senin mengungkap fosil berusia 9 juta tahun dari kerabat hiu putih besar hiu putih yang dulunya menghuni perairan Samudra Pasifik bagian selatan, tempat ia gemar melahap ikan sarden.

Fosil Cosmopolitodus Hastalis yang hampir lengkap ditemukan sekitar 235 km (146 mil) di selatan Lima di cekungan Pisco Peru, daerah gurun panas yang terkenal karena seringnya ditemukan spesies laut purba.

Hiu ini diyakini sebagai nenek moyang hiu putih besar. Hiu ini kini telah punah, tetapi giginya pernah mencapai panjang 8,9 cm (3,5 inci), sementara hiu dewasa dapat tumbuh hingga hampir tujuh meter panjangnya - seukuran perahu kecil.

Cesar Augusto Chacaltana, seorang insinyur di lembaga geologi dan pertambangan Peru (INGEMMET), mengatakan dalam sebuah presentasi bahwa sisa-sisa hiu tersebut menunjukkan "fosilisasi yang luar biasa."

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Para peneliti menyajikan sisa-sisa hiu purba tersebut dalam beberapa guci kaca, termasuk satu guci yang berisi rahang raksasa bergigi tajam.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Tidak banyak (fosil) hiu yang lengkap di dunia," paleontolog Mario Urbina menambahkan pada presentasi tersebut, seraya menambahkan sisa-sisa sejumlah ikan sarden ditemukan di dalam perutnya.

Urbina mencatat bahwa karena ikan teri belum ada saat hiu menjelajahi laut lepas dan samudra, ikan sarden menjadi makanan pokok bagi predator laut.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Paleontolog Peru pada bulan November mempresentasikan fosil buaya muda yang hidup lebih dari 10 juta tahun lalu di lepas pantai Peru bagian tengah, tempat Pisco dan wilayah pertanian Ica berada.

Pada bulan April tahun lalu, para peneliti memamerkan fosil tengkorak lumba-lumba sungai terbesar yang diketahui hingga saat ini, yang pernah menghuni Amazon sekitar 16 juta tahun lalu.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Nenek Moyang Hiu Putih Peru