Iran dan Tiga Negara Eropa akan Rundingkan Nuklir pada 13 Januari

| Kamis, 02/01/2025 14:05 WIB


Iran dan Tiga Negara Eropa akan Rundingkan Nuklir pada 13 Januari Bendera Iran dan negara lain berkibar di depan kantor pusat organisasi Badan Tenaga Atom Internasional di Wina, Austria, 5 Juni 2023. REUTERS

DUBAI - Putaran perundingan nuklir berikutnya antara Iran dan tiga negara Eropa akan berlangsung pada 13 Januari di Jenewa, kantor berita semi-resmi Iran ISNA mengutip Wakil Menteri Luar Negeri negara itu Kazem Gharibabadi pada hari Rabu.

Iran mengadakan pembicaraan tentang program nuklirnya yang disengketakan pada November 2024 dengan Inggris, Prancis, dan Jerman.

Diskusi tersebut, yang pertama sejak pemilihan AS, terjadi setelah Teheran marah dengan resolusi yang didukung Eropa yang menuduh Iran bekerja sama dengan pengawas nuklir PBB.

Teheran bereaksi terhadap resolusi tersebut dengan memberi tahu pengawas IAEA bahwa mereka berencana untuk memasang lebih banyak sentrifus pengayaan uranium di pabrik pengayaannya.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Kepala pengawas nuklir PBB Rafael Grossi mengatakan kepada Reuters pada bulan Desember bahwa Iran "secara dramatis" mempercepat pengayaan uraniumnya hingga mencapai kemurnian 60%, mendekati tingkat sekitar 90% yang merupakan tingkat senjata. Teheran menyangkal mengejar senjata nuklir dan mengatakan programnya bersifat damai.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Pada tahun 2018, pemerintahan Donald Trump saat itu keluar dari pakta nuklir Iran tahun 2015 dengan enam negara besar dan memberlakukan kembali sanksi keras terhadap Iran, yang mendorong Teheran untuk melanggar batasan nuklir pakta tersebut, dengan langkah-langkah seperti membangun kembali persediaan uranium yang diperkaya, memurnikannya hingga mencapai kemurnian fisil yang lebih tinggi, dan memasang sentrifus canggih untuk mempercepat produksi.

Pembicaraan tidak langsung antara pemerintahan Presiden AS Joe Biden dan Teheran untuk mencoba menghidupkan kembali pakta tersebut telah gagal, tetapi Trump mengatakan selama kampanye pemilihannya pada bulan September: "Kita harus membuat kesepakatan, karena konsekuensinya tidak mungkin terjadi. Kita harus membuat kesepakatan".

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Nuklir Iran Uni Eropa Badan Atom Internasional