Tito Imbau Daerah Tiru Cara Jakarta Redam Gejolak Pangan

Eko Budhiarto | Selasa, 29/10/2024 06:21 WIB


Tito Imbau Daerah Tiru Cara Jakarta Redam Inflasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (foto:CNN Indonesia)

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau daerah untuk meniru cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dalam meredam gejolak pangan yang bisa memicu inflasi.

“Di daerah, saya tahu DK (Jakarta) terutama, ada yang mirip Bulog, namanya Food Station. Sehingga provinsi, kabupaten/kota sebaiknya juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan daerah masing-masing,” kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/10/2024).

Adapun provinsi tersebut diketahui telah memberdayakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bidang pangan, yakni food station, yang salah satu fungsinya adalah menjaga stabilitas harga pangan.

Dalam kesempatan itu, Tito berharap kepada Kantor Staf Presiden (KSP) untuk membantu memperkuat fungsi Perum Bulog, selain sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), juga sebagai stabilisator harga pangan.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Dengan demikian, bila terjadi kelangkaan maupun surplus produksi pangan, situasi tersebut dapat diatasi oleh Perum Bulog.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Dia menambahkan pihaknya bersyukur dengan pencapaian angka inflasi September 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 6 Oktober 2024, angka inflasi year on year (yoy) September 2024 sebesar 1,84 persen. Kendati begitu, dirinya mengajak semua pihak untuk tidak berpuas diri.

Baca juga :
Waka Baleg DPR: Putusan MK Pertegas Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara

Pasalnya, data tersebut merupakan angka rata-rata nasional. Sedangkan dari sisi daerah, diketahui masih terjadi dinamika kenaikan angka inflasi di sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota.

Berdasarkan data Kemendagri per September 2024, sejumlah daerah meliputi provinsi, kabupaten, dan kota masih menunjukkan tingkat inflasi yang tinggi. Provinsi tersebut yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Untuk kota di antaranya adalah Kotamobagu, Ternate, Denpasar, Batam, dan Ambon. Sedangkan kabupaten yang mengalami inflasi tinggi yakni Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Mimika, Jayawijaya, dan Nabire.

Di samping itu, untuk daerah dengan tingkat inflasi paling rendah yakni Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Papua, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Riau.

Sedangkan untuk kabupaten yaitu Timor Tengah Selatan, Belitung, Karo, Mukomuko, dan Ngada. Sementara untuk kota yakni Tual, Jayapura, Pangkalpinang, Cirebon, dan Kediri.

“Ada beberapa kabupaten tertinggi, semua bisa dicatat ya. Saya tolong minta betul diatensi daerah-daerah (dengan inflasi tinggi) itu,” ujarnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Tito Karnavian inflasi pangan Jakarta food station