OJK: Akumulasi Nilai Bursa Karbon Rp35,31 Miliar

Budi Wiryawan | Senin, 13/05/2024 23:20 WIB


Sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga April 2024, total volume perdagangan karbon mencapai 572 ribu ton CO2 ekuivalen Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jika saat ini tercatat 57 pengguna jasa telah bertransaksi di Bursa Karbon atau IDXCarbon.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menuturkan, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga April 2024, total volume perdagangan karbon mencapai 572 ribu ton CO2 ekuivalen.

“Akumulasi nilai bursa karbon sebesar Rp35,31 miliar,” kata Inarno, Senin (13/5).

Bicara potensi, Inarno menyebut masih terdapat peluang besar bagi pertumbuhan IDXCarbon.

Baca juga :
Prancis Serukan Koalisi Maritim Eropa-Indo Pasifik untuk Keamanan Laut

Pihaknya mencatat terdapat 3.708 pendaftar yang tercatat Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim atau SRN PPI.

Baca juga :
Pezeskhian: Iran Siap Akhiri Perang Lewat Dialog

“Potensi unit karbon yang ditawarkan masih tinggi,” paparnya.

SRN PPI adalah sistem pengelolaan, penyediaan data, dan informasi berbasis web tentang aksi dan sumber daya untuk Mitigasi Perubahan Iklim, Adaptasi Perubahan Iklim, dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang

Hingga Senin (13/5) pukul 14:47 WIB, tercatat sebanyak 3.711 pendaftar SRN PPI. Total sertifikat pengurangan emisi mencapai 385.936 unit SPE

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
OJK Bursa Karbon