Tiga Pengamat PBB dan Seorang Penerjemah Terluka saat Patroli di Lebanon Selatan

Yati Maulana | Minggu, 31/03/2024 15:30 WIB


Tiga Pengamat PBB dan Seorang Penerjemah Terluka saat Patroli di Lebanon Selatan Pemandangan dari desa Dhayra di Lebanon selatan di sepanjang perbatasan Israel menunjukkan bangunan-bangunan di kota Tair Harfa di Lebanon saat asap mengepul di Israel utara, pada 5 Januari 2024. (FOTO: AFP)

BEIRUT - Tiga pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa dan seorang penerjemah terluka pada Sabtu ketika sebuah peluru meledak di dekat mereka saat mereka sedang melakukan patroli jalan kaki di Lebanon selatan, kata misi penjaga perdamaian PBB. Mereka menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki asal usulnya ledakan itu.

UNIFIL mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penargetan pasukan penjaga perdamaian “tidak dapat diterima”.

Dua sumber keamanan sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa para pengamat terluka dalam serangan Israel.

Militer Israel membantah terlibat dalam insiden tersebut. “Bertentangan dengan laporan yang ada, IDF tidak menyerang kendaraan UNIFIL di daerah Rmeish pagi ini,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Sumber keamanan mengatakan insiden itu terjadi di luar kota perbatasan Rmeish. Salah satu sumber keamanan mengatakan mobil itu membawa tiga pengamat teknis PBB dan satu penerjemah Lebanon.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Walikota Rmeish, Milad Alam, mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah berbicara dengan penerjemah tersebut dan memastikan kondisinya stabil.

“Dari Rmeish, kami mendengar ledakan dan kemudian melihat mobil UNIFIL lewat. Para pengamat asing dibawa ke rumah sakit di Tyre dan Beirut dengan helikopter dan mobil,” kata Milad tanpa merinci kondisi mereka.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Israel telah melakukan baku tembak dengan kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah di Lebanon selatan selama hampir enam bulan bersamaan dengan perang di Gaza.

Penembakan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan hampir 270 pejuang Hizbullah, namun juga telah menewaskan sekitar 50 warga sipil – termasuk anak-anak, petugas medis dan jurnalis – serta menghantam UNIFIL dan tentara Lebanon.

Misi pengamat teknis PBB, yang tidak bersenjata dan dikenal sebagai UNTSO, memantau garis demarkasi antara Lebanon dan Israel. UNIFIL adalah misi penjaga perdamaian bersenjata.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Lebanon Selatan Ledakan Patroli PBB