• Oase

Larangan Merusak Citra Diri Dan Orang Lain

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 06/09/2026 13:05 WIB
Larangan Merusak Citra Diri Dan Orang Lain Ilustrasi mencela orang di tempat umum

Katakini.com - Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi kehormatan, martabat, dan nama baik setiap manusia.

Menjaga citra diri serta menghormati harga diri orang lain adalah bentuk cerminan dari akidah yang lurus.

Sebaliknya, tindakan mencemarkan nama baik orang lain maupun menjatuhkan martabat diri sendiri dilarang keras dalam syariat.

Allah SWT secara tegas melarang perbuatan saling menggunjing dan mencari keburukan sesama dalam Al-Qur`an.

Larangan tersebut termaktub jelas dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 tentang bahaya ghibah dan prasangka buruk.

Dalam ayat itu, Allah SWT mengibaratkan orang yang menggunjing seperti memakan daging saudaranya sendiri yang telah mati.

Perumpamaan yang sangat mengerikan ini menjadi peringatan betapa besarnya dosa merusak kehormatan orang lain.

Selain menjaga nama baik sesama, seorang Muslim juga dilarang merendahkan dan merusak citra dirinya sendiri di muka umum.

Rasulullah SAW mengingatkan bahaya membuka aib sendiri yang telah ditutupi oleh Allah SWT dalam sebuah hadits.

Dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, beliau menegaskan bahwa setiap umatnya akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan berbuat dosa.

Menjaga lisan dan perilaku menjadi kunci utama agar kehormatan diri dan orang lain tetap terjaga dengan baik.

Rasulullah SAW juga bersabda dalam Khutbah Wada` yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang sucinya kehormatan seorang Muslim.

Beliau menegaskan bahwa darah, harta, dan kehormatan sesama Muslim adalah haram untuk dilanggar sebagaimana sucinya hari Arafah.

Dengan saling menjaga martabat, kedamaian dan keharmonisan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat akan terwujud secara indah.

Mari kita bentengi lisan dan perbuatan agar terhindar dari perilaku merusak yang dapat mengundang kemurkaan Allah SWT.