Ilustrasi foto belajar Al quran dan tafsir
Katakini.com - Mendapatkan pembelaan dan pertolongan dari Allah SWT merupakan anugerah terbesar yang sangat dibutuhkan oleh setiap hamba.
Namun, pertolongan Ilahi tersebut bukanlah hal yang datang secara otomatis tanpa adanya syarat ketakwaan dari manusia.
Ketika seorang hamba terus-menerus melanggar batasan syariat, pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT perlahan bisa terangkat.
Kondisi menakutkan ini terjadi saat manusia membiarkan dirinya tenggelam dalam perbuatan maksiat tanpa rasa penyesalan.
Al-Qur`an dengan tegas menjelaskan syarat mutlak untuk mendapatkan pembelaan-Nya dalam Surah Muhammad ayat 7.
Allah SWT berfirman, "Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."
Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa ketika kita berpaling dari agama-Nya, maka pembelaan-Nya pun akan menjauh dari kita.
Rasulullah SAW juga menekankan konsep saling menjaga hubungan ini dalam sebuah hadits yang sangat populer.
Dalam Hadits Riwayat Tirmidzi, beliau bersabda, "Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu dalam setiap keadaan."
Menjaga Allah berarti menaati segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan yang telah ditetapkan-Nya secara konsisten.
Sikap membiarkan kemungkaran dan enggan saling menasehati juga menjadi pemicu diangkatnya pertolongan dari Allah SWT.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadits riwayat Ahmad bahwa doa tidak akan dikabulkan jika amar ma`ruf nahi munkar ditinggalkan.
Seseorang yang kehilangan pembelaan Allah SWT akan merasa asing, gelisah, dan mudah hancur saat menghadapi cobaan hidup.
Oleh karena itu, penyesalan dan taubat nasuha menjadi satu-satunya jalan untuk meraih kembali kasih sayang serta perlindungan-Nya.
Mari kita senantiasa membenahi diri dan memperkuat ketaatan agar Allah SWT selalu menjadi pelindung terbaik dalam kehidupan kita.