Gunung Anak Krakatau erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik, Minggu (6/9/2026) (Foto: ANTARA/Handout)
JAKARTA - Hujan abu vulkanik pasca-erupsi gunung berapi kerap menimbulkan masalah serius bagi kebersihan rumah, keselamatan kendaraan, hingga kesehatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.
Banyak orang belum memahami bahwa struktur abu vulkanik sangat berbeda dari debu biasa. Kandungan kristal silika yang tajam serta sifat asam dari abu gunung berapi berisiko merusak permukaan benda hingga memicu penyakit pernapasan jika ditangani secara sembarangan.
Oleh karena itu, penanganan abu vulkanik membutuhkan teknik khusus agar tidak berubah menjadi lapisan semen keras saat basah atau menggores kaca dan bodi kendaraan.
Berikut ini ringkasan panduan praktis mitigasi abu vulkanik:
1. Bersihkan Halaman dengan Cara Dibasahi
Pastikan menyapu atau menyemprot halaman dilakukan setelah hujan abu benar-benar reda. Gunakan semprotan air halus atau sapu secara perlahan.
Hindari menyiram abu tebal menggunakan ember sekaligus, karena adonan abu dan air dalam jumlah besar justru akan mengeras menjadi lapisan serupa semen di permukaan lantai.
2. Siram Air Terlebih Dahulu Sebelum Membersihkan Kendaraan
Jangan pernah mengelap kaca rumah, bodi mobil, atau kacamata dalam kondisi kering. Kandungan silika yang tajam pada abu dapat menggores cat dan permukaan kaca. Siram permukaan dengan air mengalir hingga seluruh abu luruh sebelum diusap lembut.
3. Gunakan Masker Standar Khusus
Hindari penggunaan masker bedah biasa yang kurang merapat. Gunakan masker tipe KN95 atau N95 agar filtrasi partikel mikro lebih maksimal.
Membasahi sedikit permukaan luar masker juga membantu menahan laju debu agar terperangkap, serta lengkapi dengan kacamata pelindung (safety goggles).
4. Bilas Mata Terkontaminasi Air Mengalir
Jika mata kemasukan partikel abu, dilarang keras menguceknya karena gesekan kristal silika dapat memicu goresan pada kornea (abrasi kornea). Segera bilas mata menggunakan air bersih yang mengalir hingga rasa ganjal hilang.
5. Cuci Kendaraan Tanpa Menunda
Sifat asam pada abu vulkanik dapat mempercepat proses korosi dan memicu timbulnya karat pada komponen besi kendaraan. Segera cuci bersih motor atau mobil setelah terpapar abu, bukannya sekadar diusap.
6. Sumpel Seluruh Celah dan Ventilasi Rumah
Tutup rapat pintu, jendela, serta celah ventilasi menggunakan kain basah atau kertas koran. Sekali abu halus masuk dan menyebar ke dalam ruangan, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk membersihkannya secara total.
7. Prioritaskan Kesehatan dan Gunakan Pelindung
Menghirup abu vulkanik tanpa masker sama bahayanya dengan mengisap serpihan kaca halus ke dalam paru-paru. Tetap gunakan APD lengkap meskipun terasa tidak nyaman demi menghindari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi paru-paru.