• Oase

Sebab Doa Belum Dikabulkan

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 01/07/2026 21:03 WIB
Sebab Doa Belum Dikabulkan Ilustrasi memanjatkan doa

Katakini.com - Pernahkah kita merasa telah memanjatkan doa siang dan malam namun jawaban yang dinanti tak kunjung datang?

Keadaan ini sering kali memicu rasa kecewa hingga membuat sebagian orang mulai meragukan ketetapan Allah SWT.

Sebelum kita terjerumus dalam prasangka buruk terhadap takdir, ada baiknya kita berhenti sejenak untuk bermuhasabah diri.

Bisa jadi, bukan Allah tidak mendengar, melainkan ada penghalang di dalam diri kita yang menyumbat aliran berkah tersebut.

Sebab pertama yang paling sering menjadi hijab bagi doa adalah makanan, pakaian, dan harta yang bersumber dari jalan haram.

Rasulullah SAW pernah mengisahkan seorang lelaki yang melakukan perjalanan jauh, kusut rambutnya, dan menengadahkan tangan ke langit meminta tolong.

"Bagaimana doanya akan dikabulkan, sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dari yang haram?" (HR. Muslim).

Selain itu, ketergesa-gesan dalam menanti jawaban juga menjadi alasan kuat mengapa sebuah doa justru tertahan dari pengabulan.

Banyak dari kita yang baru berdoa beberapa kali, lalu menyerah dan berkata bahwa Tuhan tidak mengabulkan permintaannya.

Rasulullah SAW mengingatkan, "Akan dikabulkan doa seseorang di antara kalian selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu dengan berkata: `Aku telah berdoa, namun belum dikabulkan`." (HR. Bukhari).

Faktor lain yang sering diabaikan adalah hati yang lalai dan tidak khusyuk saat menghadap Sang Pencipta semesta alam.

Allah SWT tidak akan menerima untaian permohonan dari jiwa yang kosong, yang lisannya berucap sementara pikirannya melayang entah ke mana.

Ketidaksabaran dan keputusasaan ini mencerminkan kurangnya iman terhadap keadilan serta kasih sayang Allah yang melampaui batas logika manusia.

Padahal, Allah SWT telah berfirman dengan sangat jelas dalam Al-Qur`an mengenai kepastian dari setiap permohonan hamba-Nya.

"Dan Tuhanmu berfirman, `Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu`." (QS. Ghafir: 60).

Maka dari itu, mari bersihkan hati, perbaiki rezeki, dan teruslah mengetuk pintu langit dengan penuh ketundukan serta kesabaran yang tiada batas.