Rusia Tidak Hadiri Perundingan soal Ukraina, Sebut Konferensi di Davos Sia-sia

Yati Maulana | Selasa, 16/01/2024 05:05 WIB


Rusia Tidak Hadiri Perundingan soal Ukraina, Sebut Konferensi di Davos Sia-sia Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov. Foto: anadolu agency

MOSKOW - Kremlin pada Senin mengatakan bahwa pembicaraan di Davos mengenai proposal perdamaian Ukraina tidak akan menghasilkan apa-apa karena Rusia tidak berpartisipasi dalam diskusi tersebut.

Presiden Vladimir Putin mengirimkan ribuan tentara ke Ukraina pada Februari 2022, memicu konfrontasi terbesar antara Barat dan Moskow sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan para pemimpin penting Timur Tengah dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia minggu ini, menjadikan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Gaza dan Ukraina sebagai agenda utama para elit global.

“Ini hanyalah pembicaraan demi pembicaraan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov ketika ditanya tentang diskusi mengenai Ukraina di Davos.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Proses ini tidak dapat ditujukan untuk mencapai hasil tertentu karena alasan yang jelas - kami tidak berpartisipasi. Tanpa partisipasi kami, diskusi apa pun tidak akan menghasilkan prospek apa pun."

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ukraina mengatakan pihaknya tidak akan berhenti sampai setiap tentara Rusia diusir dari wilayahnya dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy telah menetapkan bahwa setiap pembicaraan dengan Rusia adalah ilegal.

Rusia, yang menguasai kurang dari seperlima wilayah Ukraina, menolak rencana perdamaian Zelenskiy, yang dikenal sebagai “formula perdamaian”, karena dianggap tidak masuk akal karena bertujuan untuk menemukan perdamaian tanpa partisipasi Rusia.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

10 poin rencana perdamaian Zelenskiy menyerukan penarikan pasukan Rusia dan penghentian permusuhan serta pemulihan perbatasan negara Ukraina dengan Rusia.

Putin menyebut perang di Ukraina sebagai bagian dari perjuangan global yang lebih luas melawan Barat – yang menurutnya bertujuan untuk memecah belah Rusia dan mencuri sumber dayanya. Negara-negara Barat membantah ingin menghancurkan Rusia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rusia Ukraina Formula Perdamaian Pertemuan Davos