Kementan Percepat Reimbursement Proyek Pemberdayaan Petani

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 30/11/2023 21:15 WIB


Kementan Percepat Reimbursement Proyek Pemberdayaan Petani Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pertemuan Percepatan Proses Reimbursement Tahap IV Tahun 2023, yang dilaksanakan selama empat hari dari 29 November - 2 Desember 2023, di Hotel Sapphire Sky Hotel, BSD Tangerang. (Foto: Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar Pertemuan Percepatan Proses Reimbursement Tahap IV Tahun 2023 yang dilaksanakan selama empat hari dari 29 November - 2 Desember 2023, di Hotel Sapphire Sky Hotel, BSD Tangerang.

Melalui pertemuan ini, diharapkan kegiatan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling-up Innitiative (READSI) dapat berjalan dengan baik dan mampu mendongkrak target-target pada sasaran strategis dan program utama Kementan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, READSI dalam lima tahun terakhir telah memberikan perubahan paling bermakna yang dialami oleh para penerima manfaat.

Perubahan paling bermakna yang dialami oleh para penerima manfaat READSI, kata dia, yakni perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan, yang dilanjutkan dengan perubahan praktik melalui penerapan atau adopsi teknologi.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

“Hal ini sejalan dengan konsep perubahan yang ingin diwujudkan melalui READSI, sehingga tercipta perubahan dalam kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang antara lain dicirikan dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani,” kata dia.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Di samping itu, perubahan paling bermakna yang dirasakan oleh para petani dan penyuluh pertanian, terutama terjadi pada perbaikan layanan penyuluhan dengan sekolah lapang, forum berbagi pengalaman dan kunjungan lintas desa; akses benih bermutu dan mekanisasi; dan peningkatan produktivitas.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian selaku Direktur READSI, Muhammad Amin berharap melalui kegiatan ini dilakukan percepatan proses verifikasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan dan yang sudah siap untuk diajukan permintaan penyaluran hibah ke DJPK, Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

"Mengingat tahun 2023 akan segera berakhir maka perlu dilakukan persiapan untuk penyusunan laporan keuangan unaudited tahun 2023 yang dimana laporan tersebut akan direview terlebih dahulu oleh Inspektorat Jenderal dan setelahnya akan diaudit oleh BPK," ujarnya.

Karena itu, Amin berharap daerah dapat menyampaikan data-data yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan Program READSI.

Sementa itu, Manager NPMO READSI, Andi Amal Hayat Makmur mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat proses verifikasi dokumen pertanggungjawaban kegiatan yang dilaksanakan oleh PPSU dan DPMO. Sehingga, rencana penyerapan hibah yang sudah disusun dan disampaikan ke DJPK dapat dipenuhi.

"Oleh karena itu, NPMO READSI perlu melakukan pendampingan dalam rangka pecepatan penyerapan hibah," tutur dia.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga dalam rangka persiapan pengumpulan dokumen administrasi keuangan untuk penyusunan laporan keuangan unaudited tahun 2023.

Sebagai informasi, pertemuan dihadiri oleh Tim Pelaksana NPMO, PPSU dan DPMO, Konsultan/Asisten Konsultan dan Staf Pendukung Program READSI.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementan BPPSDMP Dedi Nursyamsi READSI Reimbursement Pemberdayaan Petani