Kongres Brasil Rekomendasikan Tuntutan Pidana terhadap Mantan Presiden Bolsonaro

Yati Maulana | Kamis, 19/10/2023 18:10 WIB


Kongres Brasil Rekomendasikan Tuntutan Pidana terhadap Mantan Presiden Bolsonaro Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara kepada media setelah bersaksi tentang kerusuhan 8 Januari, di Brasilia, Brasil, 18 Oktober 2023. Foto: Reuters

BRASILIA - Penyelidikan Kongres Brasil terhadap pemberontakan 8 Januari yang dilakukan oleh ribuan pendukung Jair Bolsonaro pada Rabu merekomendasikan agar mantan presiden sayap kanan itu dan beberapa sekutu terdekatnya didakwa melakukan percobaan kudeta dan kejahatan lainnya.

Setelah berbulan-bulan mendengarkan para saksi dan menyelidiki peristiwa seputar invasi gedung-gedung pemerintah di Brasilia, hanya beberapa hari setelah Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva menjabat, anggota parlemen menyetujui laporan akhir Senator Eliziane Gama.

Pada hari Selasa, Gama, pelapor penyelidikan, telah merekomendasikan agar Bolsonaro menghadapi tuduhan asosiasi kriminal, kekerasan politik, mengganggu tatanan demokrasi dan percobaan kudeta. Penyelidikan tersebut tidak memiliki kewenangan untuk menghukum Bolsonaro atau sekutunya, namun dapat mengeluarkan rekomendasi bagi jaksa untuk mengajukan tuntutan pidana atau perdata.

Anggota parlemen memberikan suara dengan 20 suara berbanding 11 untuk menyetujui teks Gama, dan mengesahkannya tanpa amandemen apa pun. Komite juga merekomendasikan tuntutan pidana terhadap 60 orang lainnya, termasuk beberapa sekutu terdekat Bolsonaro, seperti pasangannya pada pemilu lalu, mantan jenderal angkatan darat Walter Braga Netto, dan mantan penasihat keamanan nasional Augusto Heleno.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

“Kongres memberikan tanggapan berupa intoleransi terhadap tindakan anti-demokrasi,” kata Senator Gama kepada wartawan usai pemungutan suara.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Ini adalah demonstrasi bahwa Brasil telah mengatasi fasisme, mengatasi barbarisme,” katanya.

Temuan-temuan penyelidikan kongres hanya menambah permasalahan hukum Bolsonaro, yang semakin bertambah sejak ia mengundurkan diri tahun lalu. Mantan presiden tersebut telah berulang kali membantah melanggar undang-undang apa pun, dan menyebut tuduhan terhadap dirinya sebagai perburuan yang dilakukan oleh lawan politiknya.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Bolsonaro, yang melancarkan gerakan penolakan pemilu secara nasional menjelang kekalahan tipisnya dari Lula pada pemilu tahun lalu, telah dinyatakan tidak memenuhi syarat secara politik hingga tahun 2030 oleh pengadilan pemilu federal negara tersebut karena membuat klaim yang tidak berdasar selama kampanye mengenai kerentanan sistem pemilu Brasil.

Sementara itu, dia setidaknya masih menjalani lima pemeriksaan pidana yang dipimpin Mahkamah Agung.

Dia juga melihat mantan ajudan dekatnya mencapai kesepakatan kerja sama dengan polisi federal. Mauro Cid diduga merupakan pemain kunci dalam dua penyelidikan kriminal tingkat tinggi terhadap Bolsonaro. Polisi sedang menyelidiki apakah dia dan timnya memalsukan catatan vaksinasi COVID-19 untuk memasuki Amerika Serikat, dan juga menyelidiki tuduhan bahwa mereka secara ilegal menjual perhiasan mahal yang dihadiahkan pemerintah Saudi kepada pemerintahannya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Mantan Presiden Brasil Jail Bolsonaro Tuntutan Pidana