
Ali dan Abir berduka atas saudara mereka Issam Abdullah, jurnalis video Reuters yang terbunuh di Lebanon selatan, 14 Oktober 2023. Foto: Reuters
LEBANON - Tentara Lebanon mengatakan pada hari Sabtu bahwa Israel telah menembakkan rudal yang menewaskan seorang jurnalis Reuters di Lebanon selatan. Sumber militer Lebanon mengatakan negara tersebut telah melakukan penilaian teknis di lapangan setelah serangan Israel.
Militer Israel mengatakan pihaknya menggunakan tembakan tank dan artileri di daerah tersebut untuk mencegah infiltrasi dari Lebanon sekitar waktu kematian Issam Abdallah. Dikatakan bahwa tindakan mereka menyusul tembakan Hizbullah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dan insiden tersebut sedang ditinjau.
Sumber militer Lebanon mengatakan tentara telah menyimpulkan bahwa peluru yang menewaskan Abdallah ditembakkan oleh Israel berdasarkan pengamatan patroli tentara Lebanon di daerah tersebut pada saat kejadian. Sumber tersebut tidak berwenang untuk berbicara kepada media dan berbicara kepada Reuters dengan syarat anonimitas.
“Musuh Israel meluncurkan sebuah rudal yang menghantam mobil sipil milik sebuah kelompok media yang menyebabkan matinya videografer Issam Abdallah,” kata komando tinggi militer Lebanon dalam sebuah pernyataan yang diposting di situsnya.
Reuters, dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani oleh Presiden Paul Bascobert dan Pemimpin Redaksi Alessandra Galloni, mengatakan: "Kami menyerukan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh, cepat dan transparan. Sangat penting bagi jurnalis untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, cepat dan transparan. dapat melaporkan secara bebas dan aman."
Jurnalis video Reuters, Abdallah, terbunuh saat bekerja dengan jurnalis lain di dekat desa Alma al-Shaab, dekat perbatasan Israel, tempat militer Israel dan milisi Hizbullah Lebanon saling baku tembak.
Menanggapi permintaan komentar atas seruan Reuters untuk melakukan penyelidikan, militer Israel mengatakan Hizbullah telah melepaskan tembakan ke sejumlah lokasi perbatasan, "termasuk penembakan rudal anti-tank yang menghantam pagar keamanan Israel".
Militer mengatakan pihaknya mencurigai adanya penyusupan ke wilayah Israel segera setelah peluncuran rudal anti-tank, dan pasukan menggunakan tembakan tank dan artileri untuk mencegah penyusupan tersebut.
“Beberapa jam kemudian, sebuah laporan diterima bahwa dalam insiden tersebut, sejumlah jurnalis terluka di area tersebut. Insiden tersebut sedang ditinjau,” tambah pihak militer.
Militer Israel tidak segera menanggapi klaim yang dilontarkan Lebanon.
Juru bicara militer Israel Letkol Richard Hecht sebelumnya mengatakan dalam pengarahan rutin bahwa mereka sedang menyelidiki insiden tersebut, dan menambahkan: "Kami sudah memiliki visualnya. Kami sedang melakukan pemeriksaan silang. Ini adalah hal yang tragis."
Seorang saksi Reuters di tempat kejadian mengatakan Abdallah, seorang warga negara Lebanon, terkena rudal yang ditembakkan dari arah Israel.
Media pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa Lebanon akan mengajukan keluhan resmi kepada Dewan Keamanan PBB mengenai "pembunuhan Abdallah yang disengaja oleh Israel".
Menteri Luar Negeri Abdallah Bou Habib kemudian membenarkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa pengaduan tersebut mengatakan Israel telah menargetkan jurnalis dengan "pemboman langsung", yang mengakibatkan kematian Issam Abdallah.
Meskipun outlet berita lain, termasuk Associated Press dan Al Jazeera, mengatakan bahwa peluru tersebut berasal dari Israel, Reuters belum memastikan bahwa rudal tersebut ditembakkan oleh Israel atau bahwa Israel sengaja menargetkan para jurnalis tersebut.
Negara-negara secara teratur menulis surat kepada Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara untuk menyampaikan keluhan mereka dan kecil kemungkinannya bahwa badan tersebut akan mengambil tindakan apa pun.
Abdullah dimakamkan pada hari Sabtu. Jenazahnya, yang ditutupi bendera Lebanon, dibawa dalam prosesi yang dihadiri oleh ratusan pelayat melalui kota kelahirannya, Khiyam, di Lebanon selatan. Para jurnalis menempatkan kamera mereka di kuburan untuk menghormati ingatannya dan doa dipanjatkan.
"Mereka duduk di tempat yang tidak ada penembakan, tidak ada apa-apa. Mereka merekam penembakan tersebut dari jauh. Mengapa mereka mengebom mereka?" kata ibu Abdallah, Fatima Kanso, di pemakaman, menyalahkan Israel atas kematian putranya.
Abdallah bersama dua jurnalis Reuters lainnya, Maher Nazeh dan Thaer Al-Sudani, serta jurnalis dari kelompok media Al Jazeera dan Agence France-Presse, ketika dia dibunuh saat memberikan sinyal video langsung kepada lembaga penyiaran.
Nazeh dan Sudani keduanya terluka dalam insiden tersebut tetapi kemudian diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Agence France-Presse dan Al Jazeera masing-masing mengatakan dua jurnalis mereka terluka dalam insiden tersebut.
Nazeh mengatakan mereka merekam tembakan rudal yang datang dari arah Israel ketika salah satu rudal menghantam Abdallah ketika dia sedang duduk di dinding batu rendah dekat anggota kelompok lainnya. Detik later, rudal lain menghantam sebuah mobil yang digunakan oleh kelompok tersebut, sehingga membakarnya, katanya.
UNIFIL, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, mengatakan pada saat ini pihaknya belum dapat mengatakan dengan pasti bagaimana kelompok jurnalis tersebut diserang. Namun, pihaknya mengatakan pihaknya mengetahui bahwa Israel telah mencapai posisi 2,5 km (1,5 mil) di luar Alma al-Shaab pada pukul 17.20. (1320 GMT).
Pernyataan Reuters mengatakan pihaknya telah meminta jaminan Israel bahwa jurnalis dan kantor Reuters di Jalur Gaza tidak akan menjadi sasaran operasi militer Israel di sana.
Pasukan Israel mengerahkan tank dan pasukannya di perbatasan dengan wilayah kantong selatan sebagai persiapan menghadapi kemungkinan invasi darat. Mereka berperang melawan militan Hamas di Gaza yang melancarkan serangan mematikan terhadap warga sipil dan tentara Israel seminggu yang lalu.
Jum'at, 10/04/2026