Jurnalis Al Jazeera Kritik Media Barat Cenderung Enggan Beritakan Sisi Negatif Ukraina

Tim Cek Fakta | Selasa, 26/09/2023 04:07 WIB


Banyak media Barat yang sejak awal meliput perang tampak kompak dan bekerja sama untuk tidak melaporkan sesuatu yang negatif tentang Ukraina. Prajurit Ukraina menembakkan sistem peluncuran ganda kecil RAK-SA-12 ke arah pasukan Rusia di dekat garis depan kota Bakhmut, Ukraina, 10 Juli 2023. Foto: Reuters

JAKARTA – Seorang jurnalis Al Jazeera Stephanie Vaessen mengirik bahwa ada kecenderungan media-media Barat tidak mau memberitakan sisi negatif Ukraina, terutama dalam konteks perang Rusia di Ukraina.

Vaessen, yang pernah meliput perang Rusia di Ukraina, menyebut bahwa banyak media Barat yang sejak awal meliput perang tampak kompak dan bekerja sama untuk tidak melaporkan sesuatu yang negatif tentang Ukraina. Barat yang terdiri dari Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya memang merupakan pendukung Ukraina yang hingga saat ini terus memberikan bantuan militer kepada Kiev.

“Saya sebenarnya tidak terlalu senang dengan cara banyak media Barat sejak awal meliput perang ini karena mereka seperti bekerja sama … yang menurut saya tidak menguntungkan mereka,” ujar Vaessen dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan FPCI di Jakarta, Senin (25/9/2023).

“Saya kira Ukraina bisa menerima kritik. Mereka ingin menjadi bagian dari Uni Eropa dan menjadi negara demokratis dengan kebebasan berpendapat,” sambung dia seperti dilansir antaranews.com.

Baca juga :
Mendes PDT Ajak BUMN dan Swasta Tingkatkan Kepedulian kepada Desa

Tak hanya soal itu, Vaessen juga menyoroti lemahnya kebebasan pers di Rusia terutama dalam konteks perang Rusia dan Ukraina.

Baca juga :
O`Reilly Terpukau dengan Gol Solo Run Cherki Lawan Arsenal

Dia menuturkan bahwa jurnalis yang meliput di Rusia berisiko ditahan atau diusir karena melaporkan perang secara bebas. Kondisi itu membuat para jurnalis kesulitan untuk menyajikan laporan yang netral.

Menurut laporan Indeks Kebebasan Pers Dunia oleh Reporters Without Borders (RSF), sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari 2022, hampir semua media independen dilarang, diblokir dan/atau dinyatakan sebagai “agen asing” atau “organisasi yang tidak diinginkan”. Media-media tunduk pada pengawasan dan sensor militer.

Baca juga :
Guardiola Sebut Bernardo Silva Layak Jadi Legenda Klub

Laporan Indeks Kebebasan Pers Dunia 2023 sebagai indikator baik buruknya ekosistem pers di 180 negara menempatkan indeks kebebasan pers Rusia pada 2023 berada di peringkat ke-164 dengan angka indeks 34,77.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ukraina Rusia Al Jazeera