Tolak Amnesti Bagi Separatis Catalan, 40.000 Demonstran Berunjuk Rasa di Spanyol

Yati Maulana | Senin, 25/09/2023 07:10 WIB


Tolak Amnesti Bagi Separatis Catalan, 40.000 Demonstran Berunjuk Rasa di Spanyol Seseorang memegang plakat saat unjuk rasa menentang kemungkinan amnesti bagi pemimpin separatis Catalan di Madrid, Spanyol, 24 September 2023. Foto: Reuters

MADRID - Puluhan ribu warga Spanyol melakukan protes di Madrid pada Minggu terhadap kemungkinan rencana penjabat Perdana Menteri Pedro Sanchez untuk memberikan amnesti kepada separatis Catalan agar dirinya tetap menjabat setelah pemilu yang gagal ia menangkan.

Sambil mengibarkan bendera Spanyol, para pendukung oposisi Partai Rakyat (PP) yang konservatif melakukan perjalanan dari seluruh Spanyol untuk menghadiri rapat umum di Madrid. Pihak berwenang memperkirakan jumlah massa mencapai 40.000 orang.

Sanchez, yang menempati posisi kedua pada pemilu Juli lalu, bisa tetap menjabat jika ia memenangkan dukungan dari mantan pemimpin Catalonia Carles Puigdemont yang diasingkan, yang partainya Junts per Catalunya menguasai tujuh kursi di parlemen.

Puigdemont, yang dicari di Spanyol karena mencoba memisahkan diri dari wilayah tersebut, telah menuntut agar tindakan hukum terhadap sesama separatis dibatalkan sebagai syarat untuk mendukungnya.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Alberto Nunez Feijoo, pemimpin PP yang memenangkan suara terbanyak pada 23 Juli, mengatakan dia tidak akan pernah menyetujui tuntutan amnesti bagi penyelenggara referendum kemerdekaan tahun 2017 di Catalonia, yang diadakan meskipun pengadilan memutuskan hal itu ilegal.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Mencabut kasus pidana terhadap kelompok separatis sama saja dengan memberikan amnesti kepada “komplotan kudeta”, katanya kepada para pendukungnya di rapat umum di Madrid.

Gregorio Casteneda, 72 tahun, seorang pensiunan, melakukan perjalanan dari Santander di pantai utara Spanyol untuk menunjukkan penolakannya terhadap amnesti apa pun.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Saya tidak mendukung pemerintahan yang kita miliki. Bagi saya ini adalah bencana karena akan memecah belah Spanyol secara total," katanya kepada Reuters.

Sanchez mengadakan rapat umum politiknya sendiri di Gava, dekat ibu kota daerah Catalonia, Barcelona, pada hari Minggu. Dia tidak menyebutkan amnesti namun mengatakan kaum Sosialis ingin memulihkan perpecahan sosial akibat krisis Catalan.

“Kami mencoba membalik halaman,” katanya kepada para pendukungnya.

Pada tahun 2021, Sanchez memberikan pengampunan kepada sembilan separatis yang dipenjara karena peran mereka dalam upaya kemerdekaan.

Feijoo akan mengambil kesempatan pertama dalam pemungutan suara untuk menjadi perdana menteri pada 27 September, namun peluangnya untuk menang terlihat kecil karena PP menentang konsesi apa pun kepada kelompok separatis. Jika Feijoo gagal, Sanchez akan mendapat kesempatan untuk melihat apakah dia bisa mendapatkan dukungan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Madrid Spanyol. Protes Separatis Catalan