Waka MPR: Inovasi dan Kolaborasi Modal Penting Majukan Sektor Pendidikan

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 12/09/2023 16:47 WIB


Kemampuan mengembangkan inovasi dan kolaborasi tenaga pengajar dan peserta didik merupakan modal penting memajukan sektor pendidikan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Kemampuan mengembangkan inovasi dan kolaborasi tenaga pengajar dan peserta didik merupakan modal penting memajukan sektor pendidikan di era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang dengan cepat.

"Saat ini kita membutuhkan para pendidik yang memiliki kemampuan inovasi dan semangat berkolaborasi dengan baik untuk menjawab berbagai tantangan di era globalisasi yang sarat perubahan ini," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/9).

Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek Dikti) isu strategis pembangunan pendidikan nasional yang harus diselesaikan, antara lain terkait layanan pendidikan yang belum merata dan kualitas pendidikan yang masih rendah.

Apalagi, berdasarkan data tahun 2022, menunjukkan kekurangan guru di Indonesia mencapai 781 ribu. Selain itu, masih ada 288 kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki SMP dan 681 kecamatan yang tidak memiliki SMA.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Diakui Lestari, kualitas pendidikan dipengaruhi oleh kompetensi guru yang masih rendah dengan sebaran yang belum merata.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, kondisi tersebut harus segera dijawab dengan berbagai langkah menyiapkan tenaga pengajar yang profesional di era digital saat ini.

Pendidikan di era digital, tambah Rerie, ditandai dengan integrasi teknologi informasi dan komunikasi ke dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Di era ini, ujar Rerie, para peserta didik dan pengajar bisa dengan mudah mengakses sumber pengetahuan yang melimpah.

Kondisi tersebut, tegas Rerie, menghadirkan tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kemampuan daya inovasi dan kolaborasi dari para tenaga pengajar dan peserta didik, yang dapat menjadi modal penting dalam memajukan lembaga pendidikan.

Para pengajar dan peserta didik, tegasnya, harus memaknai literasi baru di era digital yang mencakup literasi data, kemampuan membaca dan menganalisis berbasis informasi di dunia digital, serta literasi teknologi.

Rerie sangat berharap, perpaduan antara daya inovasi dan kolaborasi yang baik itu akhirnya mampu menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat bersaing di skala global.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
MPR Lestari Moerdijat Inovasi Kolaborasi Sektor Pendidikan