Erdogan: Mengisolasi Rusia dari Perundingan Ancam Keberlangsungan Ekspor Gandum

| Senin, 11/09/2023 17:05 WIB


Erdogan: Mengisolasi Rusia dari Perundingan Ancam Keberlangsungan Ekspor Gandum Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan konferensi pers selama KTT para pemimpin NATO di Vilnius, Lithuania 12 Juli 2023. Foto: Reuters

JAKARTA - Setiap inisiatif untuk menghidupkan kembali perjanjian biji-bijian Laut Hitam yang mengisolasi Rusia kemungkinan besar tidak akan berkelanjutan, kata Presiden Turki Tayyip Erdogan dalam konferensi pers setelah berakhirnya KTT G20 di New Delhi pada Minggu, 10 September 2023.

Rusia keluar dari perjanjian tersebut pada bulan Juli, setahun setelah perjanjian tersebut ditengahi oleh PBB dan Turki, dengan keluhan bahwa ekspor makanan dan pupuk mereka menghadapi hambatan dan kurangnya pasokan gandum Ukraina ke negara-negara yang membutuhkan.

Rusia, Ukraina dan Turki akan terus membahas kesepakatan gandum, tambah Erdogan.

Rusia bersedia mengirim gandum gratis ke negara-negara miskin, yang disukai Turki, katanya kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Qatar juga telah menyetujuinya.

Baca juga :
Sambut HUT Jakarta ke-499, Masuk Ancol Gratis Sore-Malam Mulai 8 Juni 2026

Erdogan mengatakan dia tidak “putus asa” untuk menghidupkan kembali kesepakatan gandum.

Baca juga :
Makan Kentang Setiap Hari, Bolehkah? Ini Penjelasannya

Presiden Turki juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di sela-sela KTT G20 mengenai upaya untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ekspor Gandum Ukraina Rusia Turki PBB