Iran Akui Kembangkan Rudal Jelajah Jarak Jauh

Yati Maulana | Sabtu, 25/02/2023 20:45 WIB


Iran Akui Kembangkan Rudal Jelajah Jarak Jauh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Mohammad Bagheri dan Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Amir Ali Hajizadeh saat pembukaan rudal Kheibarshekan, 9 Februari 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Iran telah mengembangkan rudal jelajah dengan jangkauan 1.650 km, kata seorang komandan Pengawal Revolusi pada hari Jumat. Langkah yang kemungkinan akan menimbulkan kekhawatiran Barat setelah penggunaan drone Iran oleh Rusia dalam perang Ukraina.

Secara terpisah, Amirali Hajizadeh, kepala pasukan kedirgantaraan Pengawal Revolusi, juga berbicara tentang ancaman yang sering berulang dari Iran untuk membalas pembunuhan AS terhadap seorang komandan Iran, dengan mengatakan "Kami ingin membunuh (mantan Presiden AS Donald) Trump."

“Rudal jelajah kami dengan jangkauan 1.650 km telah ditambahkan ke gudang rudal Republik Islam Iran,” kata Hajizadeh kepada TV pemerintah.

Televisi menyiarkan apa yang dikatakannya sebagai rekaman pertama yang menunjukkan rudal jelajah Paveh yang baru.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Hajizadeh mengatakan Iran tidak berniat untuk membunuh "tentara malang" ketika melancarkan serangan rudal balistik terhadap pasukan pimpinan AS di Irak beberapa hari setelah komandan militer Iran Qassem Soleimani terbunuh dalam serangan pesawat tak berawak AS pada tahun 2020 di Baghdad.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Insya Allah, kami ingin membunuh Trump. (Mantan Menteri Luar Negeri Mike) Pompeo dan komandan militer yang mengeluarkan perintah (untuk membunuh Soleimani) harus dibunuh," kata Hajizadeh dalam wawancara televisi.

Para pemimpin Iran sering bersumpah untuk membalas dendam Soleimani dengan tegas.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Iran telah memperluas program misilnya, terutama misil balistiknya, yang bertentangan dengan penentangan dari Amerika Serikat dan ekspresi keprihatinan negara-negara Eropa. Teheran mengatakan program itu murni defensif dan bersifat pencegahan.

Iran mengatakan telah memasok Moskow dengan drone sebelum perang di Ukraina. Rusia telah menggunakan drone untuk menargetkan pembangkit listrik dan infrastruktur sipil.

Pada bulan November, Pentagon mengatakan Amerika Serikat skeptis terhadap laporan yang mengutip Hajizadeh yang mengatakan Iran telah mengembangkan rudal balistik hipersonik.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Iran Rudal Jelajah Jarak Jauh