Putri Raja Thailand Tetap Tak Sadarkan Diri Setelah Tiga Minggu Dirawat

Yati Maulana | Minggu, 08/01/2023 21:30 WIB


Putri Raja Thailand Tetap Tak Sadarkan Diri Setelah Tiga Minggu Dirawat Putri Thailand Bajrakitiyabha menyapa kaum royalis, di The Grand Palace di Bangkok, Thailand, 1 November 2020. Foto: Reuters

JAKARTA - Puteri Thailand Bajrakitiyabha tetap tidak sadarkan diri lebih dari tiga minggu setelah pingsan karena masalah jantung, kata sebuah pernyataan istana dalam pembaruan tentang kesehatan calon pewaris takhta berusia 44 tahun itu.

Anak tertua Raja Thailand Maha Vajiralongkorn kehilangan kesadaran pada 15 Desember karena aritmia jantung parah akibat peradangan setelah infeksi mycoplasma, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh istana pada Sabtu malam.

"Kondisi keseluruhan sang putri adalah dia tetap tidak sadarkan diri," kata pihak istana. "Dokter terus memberikan obat-obatan dan menggunakan peralatan untuk mendukung fungsi jantung, paru-paru, dan ginjal serta penggunaan antibiotik sambil memantau kondisinya dengan cermat," katanya.

Putri Bajarakitiyabha jatuh sakit saat mempersiapkan anjingnya untuk kompetisi di provinsi timur laut Nakhon Ratchasima, tempat dia awalnya dirawat sebelum dibawa dengan helikopter ke Bangkok.

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Dia adalah salah satu dari tiga anak Raja Vajiralongkorn yang memiliki gelar resmi, membuatnya memenuhi syarat untuk naik takhta di bawah undang-undang suksesi istana dan konstitusi negara.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Raja belum secara resmi menunjuk ahli waris dan belum ada diskusi resmi tentang kemungkinan sang putri naik tahta.

Putri Bajarakitiyabha, seorang pengacara terlatih dengan gelar master dan doktor dari Universitas Cornell, telah menjabat sebagai duta besar Thailand untuk Austria, Slovenia dan Slovakia dan berperan di kantor Kejaksaan Agung, Komando Keamanan Kerajaan dan sebagai duta besar Thailand untuk Komisi Kejahatan Perserikatan Bangsa-Bangsa Pencegahan dan Peradilan Pidana.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Ia lahir pada 7 Desember 1978. Ibunya adalah istri pertama raja, Putri Soamsawali.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Putri Raja Thailand Kuil Doa Bersama