Resesi Global Mengancam, Indonesia Diprediksi Masih Bisa Bertahan

Tim Cek Fakta | Kamis, 27/10/2022 18:07 WIB


Bank Indonesia (BI) mengatakan pada tahun 2022 dan kini tinggal satu semester lagi mengumumkan ekonomi tumbuh positif. Kepala Ekonomi Pusat Belajar Rakyat Awalil Rizky. Foto: Tangkapanlayar

JAKARTA - Sejumlah negara di prediksi mampu bertahan terhadap guncangan resesi ekonomi dunia salah satu diantaranya adalah Indonesia. Hal tersebut diutarakan langsung oleh Kepala Ekonom Pusat Belajar Rakyat, Awalil Rizky saat menjadi pembicara pada diskusi yang digelar oleh Barisan.co dan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) di Jakarta, Rabu malam (26/10/2022).

Ia merincikan ada 4 negara dianggapnya jauh dari ancaman resesi dunia antara lain negara Indonesia, Hindia, Brazil dan Meksiko.

Menurutnya, Bank Indonesia (BI) mengatakan pada tahun 2022 dan kini tinggal satu semester lagi mengumumkan ekonomi tumbuh positif.

Kemudian, tahun 2023 mendatang versi BI, kata Awalil Rizky, Indonesia mengalami hal sama mengenai pertumbuhan ekonomi. Tumbuh positif diartikan oleh Ekonomi tersebut Indonesia tetap mengalami pertumbuhan ekonomi. Namun, resesi di artikan tumbuhnya negatif diperkirakan dalam batas waktu selama 2 triwulan atau satu semester.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

" Berarti-kan tahun 2023 versinya Bank Indonesia tidak akan resesi, Indonesia di jamin tahan banting nggak kena resesi itu yang mengatakan adalah salah satu Direktur Bank Mandiri," kata Awalil Rizky.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Sedangkan, seperti yang telah disampaikan Faisal Basri salah seorang Ekonom bahwa Indonesia akan selamat dari resesi global. Meskipun, diutarakan Awalil, bahwa BI serta pemerintah terkesan mengklaim tahan terhadap ancaman resesi. Daya tahan tersebut karena otoritas dan kebijakannya.

"Bang Faisal menekankan itu tidak, tahan karena kata bang Faisal kurang lebih ekonomi Indonesia itu terhubung dengan internasional belum terlalu erat," ungkapnya.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Peran internasional terkait dengan resesi dunia tidak memiliki dampak besar bagi Indonesia. Awalil mengatakan berbeda dengan negara Singapura bahwa kontribusi ekonomi terbesarnya diperoleh melalui transaksi internasional. Selain itu, ekonomi Indonesia juga dipengaruhi ekspor dan impor.

Bahkan, Indonesia serta Vietnam dan Thailand diungkapkannya terhubung dengan transaksi internasional. Adapun, Indonesia bakal mengalami dampak buruk terhadap resesi dunia dan kemungkinan terjadi pada tahun 2023.

Perkiraan dampak resesi ini diperoleh Awalil setelah mengamati organisasi perdagangan dunia dibawah PBB. Awalil merincikan bahwa negara-negara besar seperti Cina, Amerika, serta Jepang dan Eropa lainnya akan terancam resesi.

"Karena struktur perdagangan internasional kita itu terkait kalau dilihat komoditasnya negara tujuannya, itu terkait dengan resesi," kata Awalil.

Lanjutnya, dari dampak resesi ini sinyal mata uang rupiah kini melemah. Disisi lain, Awalil menyebutkan bahwa Bank Indonesia telah mengumumkan cadangan devisa. Bila kondisi tersebut terus berlangsung maka pada 2023 mendatang Indonesia akan mengalami masalah.

"Kalau ditimbang-timbang kalau kemungkinan resesi ataupun tidaknya, kalau tidak resesi. Apakah ekonomi 2023 itu lebih baik atau lebih buruk dari yang kita alami di 2022 ini," tandasnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PJMI Barisan Resesi global