
Puing-puing terbakar di tempat parkir setelah serangan rudal dan drone Iran di Kuwait (Foto: Tangkapan Layar via Reuters)
JAKARTA - Kuwait pada Rabu (3/6) menyatakan bahwa serangan Iran ke wilayahnya telah menewaskan satu orang dan melukai beberapa orang lainnya, serta memaksa bandar udaranya ditutup dan merusak sejumlah misi diplomatik yang tidak disebutkan namanya.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam serangan "yang sekali lagi menargetkan infrastruktur vital dan sipil, termasuk Bandara Internasional Kuwait, menewaskan satu orang dan melukai orang lain, selain menyebabkan kerusakan pada infrastruktur vital termasuk misi diplomatik."
Maskapai Kuwait Airways telah memulai kembali penerbangan dari Terminal 4 bandara tersebut setelah pihak berwenang mengevaluasi kerusakan pada fasilitas tersebut, demikian dilaporkan kantor berita negara, KUNA. Arus lalu lintas udara sebelumnya sempat ditangguhkan dan penerbangan dialihkan ke bandara-bandara alternatif.
Permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat tajam pada hari Rabu saat Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap aset militer AS di Kuwait dan Bahrain, termasuk markas besar Armada Kelima AS, sementara Washington melaporkan telah mencegat rudal yang diluncurkan ke arah sekutu regionalnya dan melancarkan serangan balasan.
Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap markas besar Armada Kelima AS, sebuah pangkalan udara, dan helikopter di sebuah negara Teluk sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap menara komunikasi di selatan Pulau Qeshm.
Media Iran juga melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC menargetkan sebuah kapal yang diidentifikasi sebagai Panaya dengan rudal, setelah menuduh pasukan AS menyerang sebuah kapal tanker Iran di dekat Selat Hormuz, yang merusak ruang mesinnya.
"Mengganggu keamanan Selat Hormuz akan mendatangkan harga yang mahal bagi militer AS," demikian kutipan pernyataan IRGC yang dilaporkan media Iran.
Kantor Mohammed bin Salman dari Arab Saudi menanggapi dengan sebuah unggahan beberapa jam setelah serangan Iran yang menargetkan Bahrain dan Kuwait.
Bader Al-Asaker, kepala kantor pribadi Putra Mahkota Arab Saudi, menyatakan dalam sebuah unggahan di X.com: "Ya Allah, lindungilah rakyat kami di Kuwait dan Bahrain serta jagalah Teluk kami dari segala kejahatan."
UEA telah mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras serangan Iran yang menargetkan Bahrain.
Klaim terbaru ini muncul beberapa jam setelah militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya mencegat serangan rudal dan drone musuh, sementara negara tetangga Bahrain mengaktifkan sirene peringatan dan mendesak penduduk untuk mencari tempat berlindung.