Dedi Nursyamsi Paparkan Implementasi TIK di AWR Kementan kepada World Bank

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 22/09/2022 11:27 WIB


Dedi mengatakan pentingnya mengikuti perkembangan zaman dalam meningkatkan dan memaksimalkan komunikasi pusat daerah. Situasi di Agricultural War Room Kementerian Pertanian. (Foto: Kementan)

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah dengan memaksimalkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada kesempatan diskusi bersama World Bank dan Penyuluh Kostratani Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dari seluruh Indonesia di ruangan AWR (Agriculture War Room) Kementerian Pertanian, Selasa (20/9).

Pada kesempatan tersebut, Mentan Syahrul bersama tim World Bank dan jajaran eselon satu Kementan melakukan komunikasi pusat dengan daerah yaitu BPP dan penyuluh di lapangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi memaparkan tentang implementasi TIK di ruang AWR Kementan berupa data pertanian, iklim serta update kondisi riil bersama para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia dengan memaksimalkan teknologi melalui platform zoom.

"Dalam ruangan ini, kita dapat memonitor apa saja yang terjadi di lapangan setiap BPP daerah secara real time," ujar Dedi.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Dedi mengatakan pentingnya mengikuti perkembangan zaman dalam meningkatkan dan memaksimalkan komunikasi pusat daerah. Di antaranya adalah memaksimalkan kegunaan ruangan AWR untuk menjadi pusat kendali dan pemantauan penanaman dan potensi pertanian pada seluruh wilayah Indonesia.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Pada kesempatan pertemuan tersebut juga dilakukan diskusi langsung dengan para penyuluh di seluruh Indonesia berupa laporan kondisi lapangan secara real time menggunakan media zoom.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 49 Tahun 2019, bahwa Kostratani adalah gerakan pembaharuan pembangunan pertanian nasional melalui sistem teknologi informasi.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Teknologi Informasi yang dimaksud berhubungan dengan pengolahan data menjadi informasi dan proses penyaluran data atau informasi secara real-time menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Maka dari itu, diharapkan Kostratani dapat memaksimalkan TIK tersebut dalam rangka mempercepat pembangunan pertanian Indonesia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementan Agriculture War Room Dedi Nursyamsi Kostratani