Tinjau Industri Nanas di Lampung, Puan Ingatkan Perusahaan-Petani Harus Sinergis

Tim Cek Fakta | Rabu, 24/08/2022 15:15 WIB


Hubungan antara inti dengan plasma harus sinergis dan gotong royong, jangan terbatas jual beli harga pasar semata. Ketua DPR RI Puan Maharani saat meninjau industri nanas olahan di Lampung. Foto: dpr/katakini.com

JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengunjungi industri nanas olahan di Lampung. Ia pun mengingatkan pentingnya kerja sama antara perusahaan dengan petani plasma dan pekerja lainnya.

Hal ini disampaikan Puan saat mengunjungi PT Great Giant Pineaple Co (GGPC) di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (24/8/2022).

Kepada manajemen perusahaan, Puan mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan dengan petani plasma.

PT GGPC diketahui memiliki lebih dari 10 ribu tenaga kerja termasuk yang bekerja sebagai petani di perkebunan nanas, pisang, dan jambu.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

“Hubungan antara inti dengan plasma harus sinergis dan gotong royong, jangan terbatas jual beli harga pasar semata,” ucap Puan.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu mengatakan hubungan yang baik antara perusahaan dan petani plasma akan membawa industri olahan nanas semakin lebih besar.

Puan menyebut, kemajuan di sektor ini akan meningkatkan perekonomian Indonesia.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

“Hubungan inti dengan plasma di Lampung seperti di GGPC menjadi bukti bahwa Indonesia bisa berperan strategis dalam perdagangan tingkat dunia ketika kita bergotongroyong,” sebutnya.

Begitu keluar dari ruang produksi, Puan disambut hangat ratusan buruh yang mayoritas perempuan. Mantan Menko PMK itu menyapa dan foto bersama dengan para buruh sambil membagikan kaos.

Puan presiden,” teriak sejumlah buruh.

Selanjutnya Puan melepas truk kontainer yang akan membawa produk olahan nanas untuk diekspor ke benerapa begara Eropa dan Timur Tengah. Pelepasan ekspor olahan nanas dilakukan dengan tradisi pecah kendi.

Ekspor olahan nanas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang cukup besar, bahkan mengalahkan Thailand, Filipina, dan Amerika Latin. Nilai ekspor nanas dari PT GGP sebesar kurang-lebih Rp 87 miliar pada 2020 dan meningkat menjadi Rp 151 miliar pada 2021.

Negara tujuan utama ekspor nanas dari Lampung adalah HongKong, Korea Selatan, Taiwan, China, Jepang, sejumlah negara di Eropa dan Timur Tengah. Argentina juga menjadi tujuan ekspor nanas dari Lampung yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Hasil produk buah Indonesia jangan sampai kalah dengan asing dari segi kualitas, pengemasan, dan branding,” imbau Puan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ketua DPR Puan Industri nanas Lampung