Swiss Adopsi Sanksi Baru Uni Eropa Terhadap Emas Rusia

| Kamis, 04/08/2022 05:05 WIB


Swiss Adopsi Sanksi Baru Uni Eropa Terhadap Emas Rusia Bendera Uni Eropa. Foto: Reuters

JAKARTA - Pemerintah Swiss memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia atas perang di Ukraina pada hari Rabu, sejalan dengan langkah-langkah terbaru Uni Eropa pada emas dan produk emas, kata kabinet.

Pemerintah mengatakan telah membuat dua pengecualian baru sehubungan dengan transaksi yang terkait dengan produk pertanian dan pasokan minyak ke negara ketiga, yang juga dimiliki UE, untuk menghindari gangguan dalam saluran pembayaran.

"Langkah-langkah baru itu terutama menyangkut larangan membeli, mengimpor atau mengangkut emas dan produk emas dari Rusia. Layanan yang berhubungan dengan barang-barang ini juga dilarang," kata pernyataan pemerintah.

Dikatakan Swiss berkomitmen untuk mengatasi krisis pangan dan energi global, mencatat bahwa tidak ada tindakan terhadap Rusia yang ditujukan terhadap perdagangan produk pertanian atau makanan antara negara ketiga dan Rusia.

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

"Untuk menghindari gangguan pada saluran pembayaran, Dewan Federal (kabinet) telah membuat dua pengecualian baru sehubungan dengan transaksi yang terkait dengan produk pertanian dan pasokan minyak ke negara ketiga, seperti halnya UE," katanya.

Baca juga :
Waka MPR: Disrupsi Energi Global Belum Usai, Fokus Perkuat Ketahanan Energi

Pembelian minyak mentah lintas laut Rusia oleh perusahaan UE dan ekspornya ke negara ketiga diperbolehkan, tetapi di bawah penyesuaian sanksi UE terhadap Rusia yang mulai berlaku bulan lalu, pembayaran yang terkait dengan pengiriman semacam itu tidak akan dilarang.

Pemerintah Swiss mencatat bahwa bank terbesar Rusia, Sberbank, juga telah membekukan asetnya dan dilarang menyediakan dana, sumber daya ekonomi, atau layanan teknis.
"Pengurangan baru sedang diperkenalkan untuk memastikan penghentian transaksi yang teratur dan penjualan anak perusahaan Sberbank," katanya.

Baca juga :
Kapan Sebaiknya Mengulang Sholat Istikharah?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sanksi Baru Rusia Uni Eropa Swiss Adopsi