Hadapi Ketidakstabilan Politik, Malaysia Sahkan Larangan Pembelotan Partai

| Jum'at, 29/07/2022 04:04 WIB


Hadapi Ketidakstabilan Politik, Malaysia Sahkan Larangan Pembelotan Partai Ilustrasi Bendera Malaysia

JAKARTA - Malaysia pada Kamis mengesahkan undang-undang yang melarang anggota parlemen terpilih untuk berpindah partai politik, menyusul serangkaian pembelotan yang telah menyebabkan ketidakstabilan politik dalam beberapa tahun terakhir.

Undang-undang baru bisa menjadi penting dalam memberikan stabilitas karena pemilihan nasional diperkirakan akan diadakan lebih awal dari batas waktu September 2023.

Malaysia telah melihat dua pemerintahan koalisi runtuh sejak Februari 2020, sebagian karena langkah anggota parlemen untuk beralih kesetiaan partai sambil mempertahankan kursi mereka di parlemen.

Di bawah undang-undang baru, seorang anggota parlemen yang memutuskan untuk berganti partai setelah terpilih untuk jabatan tersebut, akan kehilangan posisinya di parlemen. Majelis rendah parlemen mengesahkan undang-undang tersebut dengan mayoritas dua pertiga.

Baca juga :
Rekening Aktivis Pati Diblokir, Legislator: Bank Himbara Tak Mungkin Main Sepihak

"Ini penting untuk memastikan stabilitas politik jangka panjang," kata Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob dalam sebuah pernyataan.

Baca juga :
4 Helikopter Water Bombing Dikerahkan untuk Atasi Karhutla di Kalsel

Undang-undang tersebut diperkirakan akan diajukan ke majelis tinggi pada bulan Agustus, dan jika disetujui - seperti yang diharapkan - undang-undang tersebut akan mulai berlaku segera setelahnya.

Malaysia telah memiliki tiga perdana menteri sejak 2020, menambah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 dan perlambatan ekonomi.

Baca juga :
Hukum Pinjaman Online dan Utang Digital Dalam Islam
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Politik Malaysia Pembelot Partai Tidak Stabil