Pemukim Israel Kepung Rumah Warga Palestina di Nablus Selama 15 Hari

M.Habib Saifullah | Senin, 24/08/2026 20:05 WIB


Kelompok pemukim ilegal Israel terus mengepung tiga rumah warga Palestina di Qusra, selatan Nablus, selama 15 hari berturut-turut Darah terlihat di lantai di dalam rumah Fathi Khazem setelah ia ditembak oleh pasukan Israel selama penggerebekan dan kemudian meninggal karena luka-lukanya, di Jenin, Tepi Barat, Jumat, 21 Agustus 2026. (Foto: AP)

JAKARTA - Kelompok pemukim ilegal Israel terus mengepung tiga rumah warga Palestina di Qusra, selatan Nablus, selama 15 hari berturut-turut pada Minggu (23/8), di bawah pengawalan ketat pasukan militer Israel.

Di kawasan Ras Al-Ain, Qusra, para pemukim mengurung kawasan pemukiman tersebut sementara tentara Israel melarang warga lokal untuk keluar maupun masuk ke dalam area pengepungan.

Tiga keluarga yang terperangkap kini menghadapi krisis air bersih setelah para pemukim memblokir akses jalan menuju rumah mereka serta menghadang pengiriman bantuan air.

Pasukan militer Israel dilaporkan turut mengalihfungsikan salah satu rumah warga menjadi pos militer dan merusak barang-barang serta perabotan rumah tangga setelah melemparnya keluar melalui jendela.

Baca juga :
AS Batal Gelar Latihan Militer Bersama Korea Selatan, Iran Jadi Alasan

Aksi pengepungan ini terjadi setelah berminggu-minggu eskalasi tekanan melanda keluarga-keluarga tersebut.

Baca juga :
Rezeki Sudah Diatur Kenapa Tetap Harus Berusaha

Sebelum pengepungan dimulai, para pemukim mendirikan tenda di dekat salah satu rumah, menutup akses jalan, serta melarang pasokan bahan makanan dan kebutuhan pokok lainnya mencapai warga.

Mereka juga memutus aliran listrik ke rumah-rumah tersebut dan memukul pekerja dari dinas pemerintah daerah yang berupaya memulihkan jaringan listrik.

Baca juga :
Memahami Integritas Lewat Surat Ash-Shaff Ayat 2

Keluarga-keluarga Palestina tersebut terpaksa menjaga rumah mereka secara bergantian selama 24 jam nonstop guna mencegah aksi penyerobotan lahan oleh kelompok pemukim yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pasca-rangkaian tindakan intimidasi tersebut, pasukan Israel resmi menutup seluruh rute menuju kawasan Ras al-Ain dan menetapkannya sebagai zona militer tertutup.

Sementara itu di desa Burin, sebelah selatan Nablus, kelompok pemukim dilaporkan menambah dua unit rumah prefabrikasi (mobile homes).

Sumber-sumber lokal mengonfirmasi bahwa para pemukim menyerbu area Khallet Sewar, selatan Burin, dan memasang dua rumah rakitan baru di lokasi tersebut.

Sebelumnya, kelompok pemukim telah mendirikan pos depan (outpost) ilegal dan menempatkan beberapa rumah prefabrikasi di area yang sama.

Desa Burin dan wilayah sekitarnya di selatan Nablus terus-menerus menjadi sasaran serangan serta penyitaan lahan oleh pemukim Israel, yang ditandai dengan pembangunan pos ilegal serta pembatasan akses petani Palestina ke lahan pertanian mereka.

Ekspansi pos-pos semacam ini umumnya diikuti dengan penambahan rumah rakitan, pemagaran area, dan pembuatan jalan akses khusus, yang secara bertahap menciptakan fakta permanen di lapangan sekaligus meningkatkan tekanan terhadap komunitas warga Palestina di sekitarnya.

Sumber: Arabnews

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemukim Israel Warga Palestina Pengepungan Palestina