Tahun 2030, Saudi Siapkan 110 Ribu Kamar Hotel Baru untuk Haji

| Minggu, 26/06/2022 14:05 WIB


Tahun 2030, Makkah-Madinah Siapkan 110 Ribu Kamar Hotel Baru Jejeran hotel di Jeddah, Arab Saudi. Foto: Reuters

JAKARTA - Dua kota di Arab Saudi yakni Makkah dan Madinah diperkirakan akan mengalami penambahan 110.000 kamar pada tahun 2030 untuk melayani jemaah haji, sebuah laporan mengklaim hal itu.

Lebih dari 100.000 kamar diharapkan akan dipasok di seluruh wilayah Dewan Kerjasama Teluk pada tahun 2026, dengan total pasokan diperkirakan melebihi 1 juta kamar, kata Colliers International.

Sebagian besar akan berada di Arab Saudi, dan diikuti oleh Uni Emirat Arab. Sekitar 700.000 orang akan dipekerjakan di sektor hotel di Arab Saudi dan UEA, pasar regional utama, untuk memfasilitasi peningkatan ini.

Jika mega proyek yang direncanakan di Makkah dan Madinah diperhitungkan, proyek-proyek ini akan membutuhkan sekitar 50.000 profesional perhotelan yang lebih terampil dan terlatih pada tahun 2030, kata konsultan tersebut.

Baca juga :
Indonesia dan Inggris Luncurkan Dokumen Panduan Dekarbonisasi Sektor Maritim

Sebagai bagian dari upaya pelokalannya, Kerajaan telah mengamanatkan bahwa setidaknya 30 persen staf yang dipekerjakan harus orang Saudi. Sementara semua peran meja depan dan manajerial harus ditugaskan hanya untuk warga negara Saudi, peran teknis masih dipenuhi oleh ekspatriat, kata laporan itu.

Baca juga :
Bisa Jadi Pelajaran Pejabat, Ini Kisah Firaun Saat Kekuasaan Justru Menghancurkan

Pasar sumber utama untuk merekrut staf termasuk Filipina, Mesir, dan Anak Benua Asia Selatan seperti India, Pakistan, dan Nepal.

GCC kemungkinan akan perlu mempekerjakan lebih dari 90.000 profesional di sektor perhotelan pada tahun 2026, dengan 82.000 di antaranya bekerja di Arab Saudi dan UEA, kata Colliers.

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Ada 894.700 kamar yang dipasok di seluruh GCC pada tahun 2021, meningkat hampir 387.000 kamar selama dekade terakhir, dengan 70 persen terkonsentrasi di Arab Saudi, katanya.

Arab Saudi secara historis menjadi pusat wisata religi dan ziarah bagi umat Islam, menurut Colliers.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Jamaah Haji Arab Saudi Kamar Hotel