Truk Toko Pop-up Ganja Bangkok Diminati Kalangan Turis

Yati Maulana | Rabu, 15/06/2022 17:05 WIB


Truk Toko Pop-up Ganja Bangkok Diminati Kalangan Turis Turis mengantre untuk membeli ganja di Happy Bud, sebuah truk ganja di Khaosan Road, salah satu tempat wisata favorit Bangkok, Thailand, 13 Juni 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - "Amnesia", "Jack Haze", dan "Night Nurse" adalah beberapa jenis ganja yang dijual di truk pop-up di Bangkok, karena pengecer menguangkan permintaan untuk zat yang baru didekriminalisasi dari orang asing dan penduduk lokal.

Thailand pekan lalu menjadi negara Asia pertama yang melegalkan pertumbuhan ganja dan konsumsinya dalam makanan dan minuman dengan menghapusnya sebagai narkotika.

Pemerintah mengatakan pihaknya berharap langkah itu akan membantu sektor pertanian dan penelitian medis ekonomi. Penjual obat mengatakan industri pariwisata yang dilanda pandemi COVID-19 juga harus mendapat dorongan.

Namun, merokok ganja di tempat umum dapat melanggar undang-undang kesehatan, dan parlemen masih memperdebatkan rancangan undang-undang peraturan ganja yang berarti ada kebingungan tentang bagaimana ganja dapat digunakan secara legal.

Baca juga :
Ini 7 Fakta Menarik Ikan Sapu-Sapu, Benarkah Bisa Dimakan?

Keira Gruttner, pelanggan berusia 32 tahun dari Kanada, termasuk di antara turis yang mengantri di truk pop-up hijau di surga wisata Khaosan Road, tempat staf menimbang dan mengemas kuncup dan daun yang dihancurkan. "Saya pikir itu mungkin membawa orang-orang dari negara-negara yang tidak legal. Saya bisa menjadi daya tarik pariwisata lain bagi orang-orang," katanya.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Truk, yang terletak di daerah Bangkok yang populer di kalangan backpacker, dijual seharga 700 baht ($20) per gram dan staf mengatakan obat itu dapat memengaruhi pengguna dengan cara yang berbeda seperti membantu mereka tidur lebih nyenyak atau mengurangi kecemasan.

Pelanggan asing lainnya, Kentaro Kajima, menggambarkan pembeliannya sebagai "mimpi yang menjadi kenyataan" saat berdansa dengan seorang teman di depan truk.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Negara Asia Tenggara, yang secara tradisional menggunakan ganja untuk menghilangkan rasa sakit dan kelelahan, melegalkan ganja obat pada tahun 2018.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Toko Ganja Bangkok Thailand Diminati Turis