Ini Tujuh Tantangan Industri Perunggasan Tanah Air, Apa Saja?

Eko Budhiarto | Jum'at, 10/06/2022 06:16 WIB


Ini Tujuh Tantangan Industri Perunggasan Tanah Air, Apa Saja? Ilustrasi

BOGOR - Industri perunggasan menghadapi tujuh tantangan, mulai dari persoalan pakan hingga kemampuan ekspor.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Pembangunan IPB Prof Arief Darjanto mengungkap ketujuh tantangan tersebut.

Tantang pertama, kata dia, biaya pakan dari negara pengekspor.

"Bahan pakan sebanyak 65 persen berasal dari lokal dan 35 persen impor. Harga jagung dan kedelai ditentukan secara internasional tetapi cenderung meningkat bagi produsen Indonesia," ujar Arief saat tanya jawab dalam konferensi pers orasi ilmiah secara virtual di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/6/2022).

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Tantangan kedua adalah skala produksi yang cukup kecil sehingga membuat industri perunggasan rentan terhadap negara-negara pengekspor. Selain itu, peternak unggas nasional cenderung memotong ayam pedaging dengan bobot yang lebih rendah dibandingkan rata-rata dunia.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Selanjutnya yang ketiga, kata Komisaris PT Bogor Life Science and Technology (BLST) IPB itu, ketidakmampuan untuk mengekspor meskipun saat ini Indonesia telah berswasembada daging ayam dan memiliki kecenderungan surplus.

Ketidakmampuan ekspor karena belum ada sistem yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan sanitasi dan fitosanitasi pasar ekspor.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Tantangan keempat, daya saing industri perunggasan nasional dihadapkan masih ada pasokan produksi yang diimpor dan ancaman masuknya daging ayam dari luar negeri.

Akan tetapi di sisi lain, menurut Arief, tantangan kelima, kecenderungan konsumsi masyarakat Indonesia yang lebih memilih daging ayam segar dibandingkan dengan daging beku.

Kemudian tantangan keenam ialah kinerja rantai nilai belum menghasilkan manfaat yang memahami kebutuhan bagi mitra, terutama para peternak skala kecil.

Ditambah dengan tantangan ketujuh, persoalan perbedaan informasi yang didapat antara salah satu pihak (asymmetric information).

Padahal, kata dia, industri perunggasan merupakan pasar yang menarik dan atraktif. Hal ini karena potensinya dalam konsumsi, nilai transaksi pasar yang besar, baik untuk bisnis, baik dalam era sebelum dan setelah pandemi.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
industri perunggasan tantangan IPB