PMK Serang 3.000 Ekor Lebih Sapi di Lumajang, Sebagian Sudah Sembuh

akhyar | Selasa, 07/06/2022 20:56 WIB


PMK Serang 3.000 Ekor Lebih Sapi di Lumajang, Sebagian Sudah Sembuh Kondisi sapi warga yang terjangkit wabah PMK di Lumajang (foto: tvonenews.com)

JAKARTA - Sebagian besar sapi yang terkena penyakit mulut dan kaki (PMK) dari 3.000 ekor lebih sapi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dinyatakan sembuh.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq kepada sejumlah wartawan di kabupaten setempat, Selasa mengatakan meski mengalami peningkatan, kasus PMK pada hewan ternak di Lumajang menunjukkan tren yang membaik karena banyak yang sembuh.

"Semakin hari semakin banyak sapi yang sembuh dari ribuan sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku," ujarnya.

"Bahkan ada beberapa kecamatan yang tidak ada kasus PMK seperti di Kecamatan Tempursari" sambungnya.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

Bupati yang biasa disapa Cak Thoriq itu selanjutnya mengatakan hewan ternak yang terpapar sekitar 3 ribuan lebih, tetapi yang sembuh sudah 1.800-an dan jumlah hewan yang mati akibat PMK sebanyak 38 ekor.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Ia menjelaskan pihaknya bersama Satgas Penanganan PMK berusaha semaksimal mungkin agar tidak ada penularan PMK di Lumajang, apalagi menjelang Hari Raya Idul Adha yang diperkirakan ada peningkatan permintaan hewan ternak sapi maupun kambing.

"Saya juga meminta fatwa kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) apakah sapi dengan gejala ringan bisa dijadikan hewan kurban atau tidak, yang gejala ringan itu dagingnya aman, tapi tidak untuk yang berat," katanya.

Baca juga :
Enrique Sebut PSG Lebih Termotivasi Pertahankan Gelar Liga Champions

Kendati demikian, lanjut dia, perlu disampaikan bahwa konsumsi daging dengan PMK itu aman dikonsumsi kecuali jeroan, kepala dan kaki, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

Untuk memutus rantai penyebaran kasus PMK pada hewan ternak, lanjut dia, Pemkab Lumajang mengimbau agar jual beli hewan ternak disertai dengan rekomendasi dokter hewan dan pasar hewan disemprot disinfektan.

"Saya akan berkonsultasi dengan Kejaksaan karena akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk kegiatan kebencanaan untuk membeli obat untuk PMK ini dan desinfektan, saya juga meminta pertimbangan apakah pasar hewan akan dibuka atau tidak," tuturnya.

Cak Thoriq mencontohkan kejadian di daerah lain yang masih membuka pasar hewan terjadi percepatan penularan PMK karena ada ternak dari Lumajang yang diduga sakit di sana.

"Kami akan berupaya maksimal untuk mencegah meluasnya penularan wabah PMK di Kabupaten Lumajang dan mengimbau para peternak supaya merawat sapi ternaknya dengan sungguh-sungguh," katanya.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PMK Sapi Lumajang pasar hewan