Erdogan: Kami Tidak Akan Membiarkan Negara Pendukung Terorisme Masuk NATO

Yati Maulana | Senin, 30/05/2022 03:05 WIB


Erdogan: Kami Tidak Akan Membiarkan Negara Pendukung Terorisme Masuk NATO Presiden Turki Tayyip Erdogan. Foto: Reuters

JAKARTA - Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pembicaraan Turki pekan lalu dengan delegasi Finlandia dan Swedia tidak pada tingkat yang diharapkan. Dia juga mengatakan, Ankara tidak dapat mengatakan "ya" kepada negara-negara pendukung terorisme yang memasuki NATO, lembaga penyiaran negara TRT Haber melaporkan pada hari Minggu.

Turki keberatan dengan Swedia dan Finlandia bergabung dengan aliansi NATO, menahan kesepakatan yang akan memungkinkan perluasan bersejarah dalam menghadapi invasi Rusia ke Ukraina. Komentar terakhir Erdogan menunjukkan penentangannya terus berlanjut.

"Selama Tayyip Erdogan adalah kepala Republik Turki, kami pasti tidak bisa mengatakan `ya` kepada negara-negara yang mendukung terorisme memasuki NATO," katanya kepada wartawan sekembalinya dari perjalanan ke Azerbaijan pada hari Sabtu.

Dua sumber sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa pembicaraan hari Rabu membuat sedikit kemajuan dan tidak jelas kapan diskusi lebih lanjut akan dilakukan. Semua 30 anggota NATO harus menyetujui rencana untuk memperbesar aliansi Barat.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Turki menentang tawaran dari Swedia dan Finlandia dengan alasan bahwa mereka menampung orang-orang yang terkait dengan kelompok militan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan lainnya yang dianggap teroris, dan karena mereka menghentikan ekspor senjata ke Ankara pada 2019.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

"Mereka tidak jujur atau tulus. Kami tidak bisa mengulangi kesalahan yang dibuat di masa lalu mengenai negara-negara yang merangkul dan memberi makan teroris semacam itu di NATO, yang merupakan organisasi keamanan," katanya.

Swedia dan Finlandia mengatakan mereka mengutuk terorisme dan menyambut baik kemungkinan berkoordinasi dengan Ankara.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Erdogan juga mengatakan Turki ingin mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina sesegera mungkin, tetapi situasinya menjadi semakin negatif setiap hari.

"Pada hari Senin, saya akan melakukan panggilan telepon dengan Rusia dan Ukraina. Kami akan terus mendorong para pihak untuk mengoperasikan saluran dialog dan diplomasi," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Swedia Finlandia Gabung NATO Erdogan Tidak Mendukung