Kementan Ajak Petani Genjot Produktivitas Tanaman Cabai

Agus Mughni Muttaqin | Senin, 23/05/2022 08:05 WIB


Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus bisa menjaga dan meningkatkan produktivitas tanamannya. Tanaman Cabai. (Foto: Humas Kementan)

JAKARTA - Guna meningkatkan produktivitas cabai bisa lebih maksimal, Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak para petani untuk melakukan pengamatan hama dan penyakit yang menyertainya. Hal ini yang juga dilakukan di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, petani harus bisa menjaga dan meningkatkan produktivitas tanamannya. "Petani harus mampu menggenjot tanaman. Karena, produktivitas yang meningkat itu bisa membantu petani meningkatkan pendapatan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSMDP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, petani tidak boleh hanya sekadar tanam, panen, dan jual.

"Pengetahuan petani harus ditingkatkan. Petani harus mengetahui bagaimana cara menjaga tanaman, meningkatkan produktivitas, mengemas hingga menjualnya. Petani harus tahu aktivitas pertanian dari hulu sampai hilir," katanya.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Salah satu upaya yang dilakukan Kementan meningkatkan kemampuan dan pengetahuan para petani adalah melalui Sekolah Lapang Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program atau IPDMIP.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kementan menggelar Sekolah Lapang yang ditujukan untuk Kelompok Tani Suka Maju, Daerah Irigasi Wae Borong, Desa Wae Kanta, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat.

Kegiatan Sekolah Lapang di Kabupaten Manggarai Barat tersebar di beberapa Daerah Irigasi yang menjadi lokus dari Proyek IPDMIP – IFAD pada Tahun 2022, yaitu Daerah Irigasi Wae Borong, Daerah Irigasi Wae Sesap di Kecamatan Lembor, Daerah Irigasi Wae Rendong di Kecamatan Mbeliling, Daerah Irigasi Wae Sapo II, Daerah Irigasi Wae Racang di Kecamatan Sano Nggoang dan Daerah Irigasi Wae Weor, Daerah Irigasi Tiwu Nampar di Kecamatan Komodo.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Selain itu, terdapat 18 Kelas Sekolah Lapang yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan pada Tahun 2022 ini, yaitu SL Tahap I sebanyak 4 kelas, Sekolah Lapang Tahap II sebanyak 13 Kelas dan SL Cabe sebanyak 1 Kelas.

Sekolah Lapang Cabai dilaksanakan di Lahan Kelompok Tani Suka Maju Daerah Irigasi Wae Borong Desa Wae Kanta Kecamatan Lembor seluas 1 Ha dan terdiri dari 25 orang peserta belajar yang terdiri dari Petani Dewasa, Wanita Tani dan Pemuda Tani.

Benih yang digunakan adalah cabai rawit dengan dua jenis yaitu Varietas Dewata 43 F1 dan Dewata 76 F1 sedangkan cabai keriting varietas Kastilo.

Saat ini Sekolah Lapang cabai sudah masuk pertemuan kedelapan dengan materi pengamatan hama dan penyakit pada tanaman cabai.

Ketua Kelas, Aloysius Agur, berharap ada perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari petani peserta belajar selama mengikuti kegiatan Sekolah Lapang cabai.

"Masyarakat petani yang menjadi peserta belajar pada kegiatan tersebut sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada Pemerintah dengan adanya kegiatan tersebut di tengah masyarakat," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Petani Sekolah Lapang Cabai Kementan IPDMIP