Kekurangan Chip, Volvo Pangkas Perkiraan Volume Penjualan 2022

akhyar | Rabu, 23/03/2022 12:56 WIB


Volvo, yang mayoritas dimiliki oleh Geely Holding China, mengatakan masalah tersebut tidak terkait dengan perang di Ukraina, tetapi pertempuran di sana telah mengakibatkan peningkatan biaya untuk bahan baku, energi, dan pengiriman. Aktivitas di pabrik pembuatan mobil Volvo (foto: Rueters)

JAKARTA - Volvo Cars terpakasa memangkas perkiraan pengiriman kendaraan untuk setahun penuh. Kekurangan semi-konduktor telah memukul produksi dan kemungkinan akan berlanjut hingga kuartal kedua.

Dalam sebuah pernyataan, perusahaan mengatakan, "Ekspektasi Volvo Cars adalah meningkatkan volume penjualannya untuk tahun 2022 penuh,".

"Gangguan itu berarti perusahaan sekarang mengharapkan pertumbuhan marjinal dalam pengiriman untuk tahun penuh 2022, dibandingkan dengan 2021," tambah pernyataan itu, dikutip Reuters, Rabu.

Volvo, yang mayoritas dimiliki oleh Geely Holding China, mengatakan masalah tersebut tidak terkait dengan perang di Ukraina, tetapi pertempuran di sana telah mengakibatkan peningkatan biaya untuk bahan baku, energi, dan pengiriman.

Baca juga :
Ini Sejarah dan Makna dari Hari Anti-Penghilangan Paksa Internasional

"Volvo Cars terus bekerja dengan penetapan harga untuk mengurangi efeknya," katanya.

Baca juga :
Hukum Dzikir Berjamaah Suara Keras Menurut Tuntunan Rasulullah

Kekurangan chip semikonduktor global telah memperlambat jalur produksi pembuat mobil.

Pada Februari, Volvo mengatakan kemacetan rantai pasokan akan tetap menjadi faktor penghambat, sementara kekurangan komponen akan membaik secara bertahap.

Baca juga :
Prediksi Starting XI Barcelona vs Rayo Vallecano
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Chip Volvo pengiriman rantai pasokan