Dikritik Soal Gaya Komunikasi Politik, Begini Jawaban Gibran

Eko Budhiarto | Rabu, 23/02/2022 13:35 WIB


Jika tidak memiliki cara komunikasi politik yang baik, menurut dia, maka akan ada kesulitan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Solo. Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka

SOLO - Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka merespons kritikan tentang gaya komunikasi politik dirinya. Dia menilai telah memiliki gaya komunikasi yang baik, dengan indikasi terselesaikannya berbagai persoalan di Kota Solo.

"Pola komunikasi apa, yang (Pasar Mebel) Gilingan? Kan sudah beres," kata Gibran di Solo, Rabu (23/2/2022) seperti dikutip Antara.

Terkait pembangunan sentra industri kecil dan menengah (IKM) di Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, terjadi pro dan kontra yang mewarnai rencana Pemerintah Kota Surakarta untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Mereka tinggal pindah (ke pasar darurat). Sudah clear, (soal) Gilingan rampung," katanya.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Jika tidak memiliki cara komunikasi politik yang baik, menurut dia, maka akan ada kesulitan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Kota Solo.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

"Kalau dibilang komunikasi jelek ya enggak lah, bahkan pekerjaan yang berpuluh-puluh tahun tidak selesai sudah saya selesaikan. Kalau saya tidak komunikasi sama orang-orang, apa ya selesai?" tukasnya.

Gibran enggan dibandingkan dengan wali kota Surakarta sebelumnya, terkait gaya kepemimpinan maupun komunikasi dengan masyarakat.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

"Cara komunikasi kan beda-beda, pola komunikasi tidak pernah saya ekspos, yang penting pekerjaan beres. Kecuali pekerjaan saya tidak selesai, silahkan protes tidak apa-apa," katanya.

Disinggung tentang perlu mencontoh pola komunikasi "Tujuh Si" yang diterapkan oleh mantan wali kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Gibran mengaku akan memperbaiki gaya komunikasi politiknya. "Tujuh Si" tersebut ialah komunikasi, koordinasi, solusi, sosialisasi, realisasi, koreksi, dan evaluasi.

"Nanti saya evaluasi lagi, saya perbaiki lah, tapi kan ya beda-beda," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surakarta Sugeng Riyanto menilai gaya komunikasi politik Gibran selama satu tahun terakhir belum cukup baik, sehingga berdampak pada adanya penolakan terhadap sejumlah program yang sudah dicanangkan oleh Pemkot Surakarta.

Salah satu yang sempat meruncing adalah penolakan sejumlah pedagang mebel Pasar Gilingan yang sebagian harus dipindah ke lahan eks Bong Mojo di Jebres, Solo.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gibran Rakabuming Raka komunikasi politik