Tahun Ini, PLTU Indonesia Butuh Pasokan 127,1 Juta Metrik Ton Batu Bara

Eko Budhiarto | Kamis, 17/02/2022 13:33 WIB


PLTU milik PLN memerlukan 64,2 juta metrik ton dan PLTU milik IPP (swasta) sebanyak 62,9 juta metrik ton.  Ilustrasi PLTU

JAKARTA - Produksi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indonesia pada tahun ini membutuhkan pasokan 127,1 juta metrik ton batu bara.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, PLTU milik PLN memerlukan 64,2 juta metrik ton dan PLTU milik IPP (swasta) sebanyak 62,9 juta metrik ton.

"Rata-rata kebutuhan mencapai 10-11 juta metrik ton per bulan," ujar Arifin dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Pemerintah menerapkan kewajiban pemenuhan ketentuan persentase penjualan untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) guna menjamin ketersediaan batu bara untuk pembangkit listrik.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

Arifin menegaskan bahwa kewajiban DMO dikenakan kepada semua perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Indonesia dengan persentase kewajiban DMO sebesar 25 persen dari produksi.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Perusahaan yang tidak dapat memenuhi DMO atau kontrak penjualan, maka mereka mendapat sanksi berupa pelarangan ekspor dan kewajiban membayar denda.

"Harga khusus batu bara DMO telah ditetapkan untuk kepentingan pembangkit listrik mengacu kepada harga batu bara acuan (HBA) sebesar 70 dolar AS per metrik ton," kata Arifin.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Pada 2022 pemerintah menargetkan jumlah produksi batu bara mencapai 663 juta ton dengan rencana DMO sebesar 166 juta ton. Adapun realisasi produksi batu bara hingga Januari 2022 tercatat sebanyak 34 juta ton dengan jumlah DMO sebanyak 13 juta ton.

Hingga 2025 alokasi kebutuhan batu bara dalam negeri akan terus meningkat dari 166 juta ton pada 2022 menjadi 208 juta ton pada 2025.

Pertumbuhan kebutuhan batu bara ini untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik, industri pengolahan dan pemurnian mineral, industri pupuk, industri semen, industri tekstil, industri kertas, industri kimia, hingga hilirisasi batu bara.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PLTU batu bara Arifin Tasrif