
Ilustrasi
JAKARTA - Sebanyak tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersatu kata untuk bersama-sama menurunkan emisi karbon. Komitmen ini ditunjukkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dekarbonisasi BUMN.
Ketujuh BUMN tersebut adalah Perhutani (sektor kehutanan), Pertamina dan PLN (sektor energi), Semen Indonesia, Pupuk Indonesia, dan MIND ID (sektor industri tambang), dan Perkebunan Nusantara (sektor pertanian).
"Kementerian BUMN sangat serius menjadi pionir dan role model dalam penerapan dekarbonisasi," kata Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dekarbonisasi BUMN di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
Pada 2021, Kementerian BUMN telah membentuk Program Manajement Office (PMO) dengan mengoordinasikan proyek strategis dan aksi korporasi ketujuh perusahaan pelat merah tersebut untuk mendukung program implementasi dekarbonisasi.
Melaui PMO itu, pemerintah sudah mengidentifikasi inisiatif untuk bisa menurunkan emisi dari hulu ke hilir, terutama efisiensi energi, migrasi atau perubahan dari jenis energi yang memiliki emisi lebih tinggi menuju emisi yang lebih rendah, termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik, pengembangan klaster industri hijau, hingga pembangkit energi baru terbarukan.
Direktur Utama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Rudiyanto mengatakan tujuan penandatangan nota kesepahaman dekarbonisasi BUMN untuk mendukung program pemerintah dalam mencapai target nationally determined contribution (NDC) pada 2030 dan netralitas karbon pada 2060.
Pencapaian kedua target itu diperlukan akselerasi ekonomi hijau dengan membentuk pasar karbon di Indonesia.
Selasa, 14/04/2026
Jum'at, 10/04/2026